|
Nasional
Mahasiswa Pantau Pemilu di 8 Provinsi
Minggu, 19 September 2004 | 12:17 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Mahasiswa yang tergabung dalam Pusat Pergerakan Pemuda Indonesia (P3I) bersama dengan BEM se-Indonesia melakukan pemantauan pemilihan presiden putaran kedua di 8 provinsi. Provinsi yang dipantau berada di Jawa, Sumatera Selatan dan Lampung. “Pemantauan ini difokuskan untuk pelaporan pada publik oleh mahasiswa,” ujar Wagiman, juru bicara P3I saat mengadakan Apel Siaga Mahasiswa Pantau Pemilu di kampus UI, Jl. Salemba, Jakarta Pusat, Minggu (19/9) siang.
Menurut Wagiman, jumlah Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang dipantau 213 panitia dengan suara sekitar dua puluh juta atau sekitar 13% dari total suara yang ikut pemilu. Laporan di setiap PPK dilakukan setiap hari pukul 18.00 WIB melalui e-mail atau SMS oleh masing-masing kordinator daerah. Yang dipantau meliputi suara Mega-Hasyim, SBY-Kalla, abstain (tidak sah), kertas suara sisa dan total surat suara.
Pemantauan dilakukan pada hari pelaksanaan pilres ditambah dua hari sesudahnya. Tim pemantau ini juga diminta untuk melaporkan kenetralan birokrasi dari pemerintah. Keterlibatan pemerintah dan aparat keamanan sekecil apapun harus dilaporkan. Termasuk juga perhitungan total suara dan tempat penyimpanan kotak suara. Sedangkan pengaduan masyarakat di PPK, PPS atau TPS harus dicatat dan dilaporkan secara berkala.
Menurut Wagiman pemantauan ini baru pertama kali dilakukan karena sebelumnya P3I memfokuskan diri untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Sedangkan dana untuk kegaitan ini tidak diperoleh dari tim sukses calon presiden manapun karena ada donatur tetap yang menyumbang untuk kegiatan ini. (Maria Ulfah)
INDEKS BERITA LAINNYA :
|