|
Nasional
Kapolri Tunjukkan Foto Pemilik Terakhir Mobil Pengebom Kuningan
Sabtu, 18 September 2004 | 17:32 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Kepolisian telah mengidentifikasi pemilik terakhir mobil box putih yang digunakan untuk mengebom Kuningan pekan lalu. Dalam konferensi pers, Kapolri Da'i Bachtiar Over Head Projector (OHP), memperlihatkan sketsa Heri atas dasar informasi saksi-saksi yang telah menjual mobil tersebut, hari ini Sabtu (18/9) di Media Centre, Hotel Sari Pan Pacific.
Dengan bantuan kepolisian lalu lintas, Polda Metro Jaya berhasil menemukan pemilik mobil box Daihatsu Zebra bernomor polisi B 9065 NH setelah lima kali berpindah kepemilikan. Mulai dari yang berinisial: JA, ES, TS, SJ, CY. Dan yang terakhir adalah Heri dan 2 nama orang lainnya yang belum dikenali. Nama Heri adalah nama yang diakunya. Berangkat dari nama-nama tersebut, kepolisian, kata Da'i akan menggambarkan wajah dan postur orang yang kenal dengan mereka.
Foto tersebut diakuinya tidak terlalu jelas, tapi menurut saksi, ada bagian-bagian wajahnya yang mirip dengan hasil rekayasa foto yang dibuat kepolisian.
Sebelum bom Kuningan, status Heri memang dicari oleh kepolisian, sedang dua lainnya masih diselidiki. Sebagai orang yang paling aktif bertemu dengan penjual mobil, Heri-lah yang dikenal oleh saksi.
Da'i mengaku menemui kesulitan yang ditemui dalam identifikasi pemilik kendaraan. Di Indonesia, katanya, jarang sekali pemilik kendaraan melakukan balik nama setelah membeli kendaraan tersebut. "Begitu pula yang terjadi dalam kasus ini," ujarnya. Saat dibeli oleh pengebom Kuningan ini, Da'i mengatakan tidak dilakukan balik nama terhadap STNK mobil tersebut.
Kapolri menjelaskan urutan perpindahan mobil. Mobil setelah dibeli dari showroom, kemudian dibawa ke dua rumah di Jawa Barat. Mobil tersebut kemudian dibawa ke Banten. Lokasi-lokasi di Jawa Barat dan Banten itu sudah ditemukan. "Yang sedang dikejar adalah rumah tempat perakitan bom di Jakarta," ujar Da'i. Hal ini didasarkan atas pengakuan saksi yang menyatakan rumah-rumah tersebut hanya digunakan sebagai tempat penyimpan bom, bukan merakit bom.
Da'i menerangkan AAH (salah satu tersangka yang sekarang tengah ditahan), bersama Azahari dan Rois kemudian mengangkut bahan bom dari Menceng Cikarang ke rumah di Jawa Barat.
Kemudian Azahari bermalam 2 malam di rumahnya. Setelah itu, ia menyimpan bahan bom di rumah dan rumah mertuanya selama 2 minggu. Bahan bom yang terdapat di dalam mobil box putih tersebut meliputi 4 kota dan 6 tas ransel. Di Jalan Menceng Cengkareng telah ditemukan sidik jari latent, TNT dan sulfur/belerang. Dari kesaksian warga Menceng didapat informasi mereka mengenali wajah Azahari dan Noordin M Top.
Menanggapi pertanyaan wartawan tentang keberadaan CCTV di kedutaan besar Australia. Ia mengatakan "CCTV sudah ada, tapi tidak jelas menggambarkan keadaan saat pemboman," ujarnya. Da'i juga belum dapat memastikan jumlah orang di dalam mobil. "Yang pasti minimal satu orang," katanya.
R.R. Ariyani - Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|