|
Nusa Tenggara Barat
Imigrasi Mataram Bantah Kebobolan Kasus Paspor Marzuki
Sabtu, 18 September 2004 | 15:51 WIB
TEMPO Interaktif, Mataram: Kantor Imigrasi Mataram membantah kebobolan atas kasus pembuatan paspor atas Marzuki 32 tahun alias Sapturani Bin Abdul Aziz. Alasannya, pengajuan paspor itu sesuai dengan data awal, yaitu adanya Kartu Tanda Penduduk dan Kartu Keluarga atas nama Marzuki, orang yang diduga punya hubungan dengan Dr Azhari.
"Tidak benar itu, kita kebobolan. Bagaimana mungkin.
Sebab kita buat paspor karena ada persyaratan lengkap,
yaitu KTP," tegas Wiratsongko Utaryo, Kepala Kantor
Imigrasi Mataram, saat meresmikan kantor baru Imigrasi
Mataram, Sabtu (18/9) siang.
Data dari Imigrasi Mataram menyebutkan, Marzuki
memegang paspor dengan nomor AG.983255, yang
ditandatangani oleh Wiratsongko Utaryo, Kepala
Imigrasi Mataram, tertanggal 30 Januari 2004 lalu.
Menurut Wiratsongko, soal tanda tangan di paspor itu,
dirinya tidak ingat. Dia menggambarkan, dalam sehari
saja, dirinya bisa menandatangani sedikitnya 100
paspor, yaitu ke Malaysia.
Namun, pada prinsipnya semua paspor yang ditandatanganinya adalah sah dan legal. Sebab, untuk menandatangani pembuatan paspor, pihaknya tidak gegabah. "Yaitu, lagi-lagi syaratnya," paparnya.
Wiratsongko juga berdalih ketika yang bersangkutan membuat paspor belum muncul kasus bom di Kuningan. Dan, nama yang bersangkutan juga tidak masuk dalam daftar cegah dan tanggal (cekal). "Jadi informasi yang kami terima dari sektor security atas
nama Marzuki ketika itu tidak ada," imbuhnya.
Seperti diketahui, dalam kasus pembuatan paspor dan
KTP di Mataram, Mabes Polri di Detasemen 88 memeriksa
tiga orang perangkat pemerintah. Yaitu Khalid, Camat
Ampenan, Mataram, Ki Agus M Idrus sebagai Lurah
Tanjung Karang, dan Kahar, staf di kelurahan tersebut.
Mereka dimintai keterangan selama dua hari di Polisi
Sektor Ampenan, Mataram terkait pembuatan KTP atas
nama Marzuki,32 tahun, dengan alamat Jl Teluk Bayur 5
Kekalik Barat, Ampenan Mataram.
Namun setelah ditelusuri yang bersangkutan bernama Sapturani Bin Abdul Aziz, asal Sabah, Malaysia dan bukannya asal Sulawesi Selatan.
Marzuki sendiri kini telah diamankan di Markas Polri
di Jakarta. Keterangan Kepala Polda NTB, Muhammad
Tosin, Marzuki diduga kuat punya hubungan kedekatan
dengan Dr Azhari, orang yang kini dicari-cari polisi
atas sejumlah kasus bom di Indonesia.
Sujatmiko - Tempo
[Edit] - [ Download Article ]
INDEKS BERITA LAINNYA :
|