Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

SBY Minta Partai Demokrat Investigasi Kegagalan PKS
Jum'at, 17 September 2004 | 21:48 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Calon presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta Partai Demokrat melakukan investigasi mendalam atas gagalnya Ketua DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DKI Ahmad Heryawan menjadi Ketua DPRD DKI Jakarta.

Apabila terbukti ada anggota DPRD DKI dari Partai Demokrat yang melakukan penyimpangan, apalagi suap, maka Yudhoyono meminta pimpinan Partai Demokrat untuk memberhentikannya.

Menurut Heru Lelono, salah satu anggota tim sukses SBY-Kalla, dalam pertemuan dengan DPP dan DPD Partai Demokrat di Hotel Four Seasons Jakarta, Jumat (17/9), Yudhoyono sempat menanyakan proses pemilihan ketua DPRD DKI. "Kok ada isu bahwa seolah-olah kesepakatan antara Partai Demokrat dan PKS tidak jalan," kata Heru menirukan Yudhoyono.

Heru mengisahkan, pertemuan mendadak itu terjadi setelah Ketua Umum Partai Demokrat Subur Budhisantoso menelepon Yudhoyono saat makan siang. Melalui telepon Budhisantoso menceritakan gagalnya Ahmad Heryawan menjadi Ketua DPRD DKI. Lantas, beberapa anggota DPP dan DPD Partai Demokrat datang melaporkan hal itu ke Yudhoyono yang sudah menunggu di Hotel Four Seasons. "Jadi bukan SBY yang memanggil, tapi mereka yang melapor," kata Heru.

Heru mengatakan, Yudhoyono mungkin kecewa atas peristiwa itu. Meski begitu, menurutnya, Yudhoyono tetap menghormati proses demokrasi, sehingga kegagalan Ketua DPW PKS menjadi Ketua DPRD DKI tidak bisa diartikan bahwa angota DPRD dari PKS dan Partai Demokrat tak mampu bekerja sama.

Sebab, pada dasarnya, kata Heru mengutip pernyataan Yudhoyono, ketua DPRD hanyalah posisi struktural, sehingga anggota DPRD tetap bisa memperjuangkan aspirasi rakyat.

Menurut Heru, Yudhoyono berpesan, apabila terdapat spekulasi adanya penyimpangan dalam proses pemilihan, semisal suap, maka sebaiknya partai politik yang berkepentingan melakukan investigasi.

"Khusus Partai Demokrat, SBY minta pimpinan partai segera melakukan investigasi mendalam," katanya. Apabila terbukti ada anggota DPRD dari Partai Demokrat yang menyimpang, Yudhoyono minta agar pimpinan partai memberhentikannya.

"Karena hal itu akan mengganggu perjuangan SBY dalam menciptakan birokrasi yang bersih," kata Heru Lelono. Jadi, dalam satu dua hari ini, jika ada bukti ada anggota Partai Demokrat yang menyimpang, akan dikenakan sanksi berhenti sebagai hukuman terberat. Meski begitu, Yudhoyono tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah dan menyerahkannya pada proses hukum yang berlaku.

Pertemuan Yudhoyono dan pimpinan Partai Demokrat itu berlangsung kurang lebih 10 menit. Di awal pertemuan, kata Heru, Yudhoyono langsung memimpin seluruh jajaran Partai Demokrat berdoa bersama. Dalam doanya, Yudhoyono berucap, apabila dari mereka ada yang mengkhianati perjuangan, maka sebaiknya dihukum seberat-beratnya. Tapi jika bekerja sesuai aspirasi rakyat, Yudhoyono meminta agar mereka dilindungi. "Tidak lama setelah itu, SBY pergi, dan Partai Demokrat tetap melanjutkan rapat," kata Heru.

Yandhrie Arvian - Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Marzuki Akui Perpecahan Golkar Karena Tekanan Eksternal
Panwas Kecamatan Harus Kenali Saksi di PPS dan PPK
Alwi: Pembagian Kekuasaan Belum Dibicarakan
SBY-Kalla Siapkan Tim Advokasi
PKS Tetap Mendukung SBY-Kalla Meski Gagal Pimpin DPRD DKI
Akbar Beri Waktu Fahmi cs Hingga 1 Oktober
Masa Tenang Dilarang Pasang Selebaran dan Spanduk
Panwaslu Catat 13 Pelanggaran Kampanye Putaran Kedua
Saefullah Yusuf Tak Hiraukan Teguran Hasyim Muzadi
Di Malang, Kampanye Untuk Pasangan Mega-Hasyim Masih Berlangsung
> selengkapnya...


Referensi

Jadwal Pemilu 2004 untuk Presiden dan Wakil Presiden
Jadual Pemilu 2004 untuk DPD, DPR dan DPRD
Profil Megawati Soekarnoputri
Profil Susilo B. Yudhoyono
Profil Jusuf Kalla
Keputusan KPU tentang Kampanye Pemilu Presiden dan Wakil Presiden
PP RI No. 9 Tahun 2004 Tentang Kampanye Pemilihan Umum Oleh Pejabat Negara
PP RI No. 51 Tahun 2001 Tentang Bantuan Keuangan Kepada Partai Politik
> selengkapnya...

Website

Mahkamah Konstitusi
Situs Hamzah Haz
Situs Wiranto
Situs PKS di Belanda
Situs PKS di Jepang
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< September,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data