Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Polisi Temukan Dua Lokasi Terkait Kelompok Azahari
Jum'at, 17 September 2004 | 15:43 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Polisi mengatakan, sudah menemukan lokasi baru terkait keberadaan otak pelaku pemboman di Indonesia, Dr. Azahari dan Noordin Muhamad Top.

Kepala Kepolisian RI Jenderal Da'i Bachtiar, usai salat Jumat (17/9) di kantor Mabes Polri mengungkapkan, dua lokasi itu berkaitan dengan Cengkareng, lokasi yang diduga tempat terakhir Dr. Azahari dan pengikutnya berada.

"Orangnyapun (pengikut Azahari) sudah ditemukan, tetapi dia belum pada posisi yang berkaitan langsung dengan peristiwa bom," ujarnya.

Da'i menolak menyebutkan nama dua lokasi itu. Tetapi, lanjutnya, orang yang sudah ditemukan itu mengetahui dirinya membawa bahan peledak bom.

Menurut Da'i, orang yang sudah ditemukan itu mengakui kepada polisi bahan peledak yang dibawanya dan perjalanan sampai bahan itu diledakkan didepan Kedutaan Besar Australia Kamis (9/9) lalu.

Selain menolak menyebutkan nama kedua lokasi, Da'i juga menolak menyebutkan asal daerah orang yang ditangkap itu. Secara tidak tegas, Da'i menyebut dari Jawa Barat. "Kemajuannya diceritakan begitu, tidak boleh mengganggu, karena petugas kami sedang bergerak," ujarnya memberi alasan.

Dia juga tidak bersedia berkomentar saat ditanyakan apakah kedua lokasi itu menjadi tempat perakitan bom. "Nanti anda mencari tempat itu, nanti dipublikasikan, nanti tidak datang lagi," dia beralasan menolak memberi komentar.

Da'i mengatakan belum dapat meyebutkan nama, "Tapi orang itu sudah ada di tangan kita," tambahnya.

Saat ini, kata Da'i, polisi sudah mengarahkan penyelidikannya bahwa orang-orang yang baru ditangkap merupakan kelompok Azahari. Hal ini, karena, orang-orang itu mengungkapkan kepada polisi bahwa dia sudah bersama Azahari sebelum peristiwa bom Kuningan. Orang-orang itu juga mengaku membawa bungkusan yang berisi bahan peledak.

Mengenai tes DNA yang dilakukan polisi, Da'i mengatakan, dari serpihan-serpihan tubuh yang sudag diperiksa belum ada DNA potongan tubuh yang cocok dengan sample darah keluarga yang telah diambil sebelumnya oleh polisi. "Belum ada yang pas, tes DNA belum selesai," tandasnya.

Sunariah - Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Polri Minta Maaf Kepada Korban Martinus dan Arman Syahputra
SMA 6 Semarang Diancam Bom
Malaysia Jamin Pemulangan TKI Berjalan Lancar
Bom Kuningan Hambat Hubungan Dagang Indonesia-Australia
Sejumlah Orang yang Dicurigai Terkait Azahari Ditangkap
Polri Pertanyakan Rencana Pemberian Wewenang Kepada BIN
Pasangan Mega-Hasyim Hadiri Malam Renungan Tragedi Bom Kuningan
Hasan Telah Mengundurkan Diri dari PT Pertani
Panglima: TNI Tidak Minta Kewenangan Lebih
Rumah Salah Seorang yang Diduga Pelaku Bom Kuningan, Belum Diamankan Polisi
> selengkapnya...


Referensi

Kronologi Kasus Abdul Jabar
Perjalanan Ali Gufron
Kronologi Kasus Imam Samudra.
Jenderal Laskar Istimata
Rangkaian Pencabut Nyawa
Imam Samudra: ”Demi Allah, Tak Akan Selesai”
InpresRI No. 5 Thn 2002 (kepada Kepala Badan Intelijen Negara sehubungan dengan terorisme)
Inpres RI No. 4 Thn 2002 (kepada Menteri Negara Koordinator Bidang Politik dan Keamanan sehubungan dengan terorisme)
UU RI No.15 Thn 2003 Tentang Penetapan PERPU 1/2002 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, Menjadi Undang-Undang
> selengkapnya...

Website

Majelis Mujahidin Indonesia
Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta
Kepolisian Republik Indonesia
Departemen Luar Negeri


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< September,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data