|
Nasional
Polri Minta Maaf Kepada Korban Martinus dan Arman Syahputra
Jum'at, 17 September 2004 | 15:10 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Kepala Polisi RI Jenderal Da'i Bachtiar meminta maaf kepada keluarga korban ledakan bom kuningan Martinus dan Arman Syahputra.
Da'i Bachtiar yang diwawancara usai salat Jumat (17/9) di kantor Mabes Polri menyesalkan pemberitaan yang seolah-olah polisi menuding kedua korban sebagai pelaku pengeboman.
Selain itu, Kapolri juga membantah pengadaan sayembara hanya untuk melemparkan tanggung jawab Kapolri mengungkap peledakan bom kepada pihak lain. "Untuk membangun partisipasi masyarakat, tidak melemparkan tanggung jawab kepada siapapun, itu tetap ditangan kami," tandasnya.
Tetapi, Da'i belum bisa memastikan apakah masih ada bom susulan. "Belum tahu, (polisi) belum bisa menemukan apakah (bom) ini saja atau sudah menyiapkan yang lain," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Da'i kembali mengungkapkan, saat ini polisi sudah berhasil mengidentifikasi melalui skestsa wajah pembeli terakhir mobil box, yang diduga digunakan meledakkan bom di Kuningan.
Menurut Da'i, pembeli mobil itu tiga orang namun baru satu orang yang wajah dan titiknya sangat dikenali. "Cirinya kita dapat, namanya dugaan," ujarnya tanpa menyebutkan identitas ataupun asal pembeli tersebut.
Da'i menjanjikan, dalam waktu dekat akan memberitahukan media apakah sketsa wajah yang teridentifikasi itu, terlibat langsung peledakkan bom atau tidak. Saat ini, polisi masih mendalami proses identifikasi selaku pengeboman. "Ciri-cirinya sedang didalami, karena sedikitnya ada tiga orang saksi yang mengenali mereka," katanya.
Sunariah - Tempo
[Edit] - [ Download Article ]
INDEKS BERITA LAINNYA :
|