Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Pemecatan Fungsionaris Golkar Dinilai Gegabah
Rabu, 15 September 2004 | 22:08 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Fungsionaris senior Partai Golkar Muladi menilai ancaman pimpinan Golkar memecat fungsionaris yang mendukung pencalonan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla sebagai presiden sebagai tindakan gegabah dan akan merugikan partai sendiri.

Tindakan itu, menurut Muladi, usai mendampingi SBY-JK dalam dialog penajaman visi-misi dan program di Hotel Hilton Jakarta, Rabu (15/9), merupakan bentuk arogansi dan demonstrasi yang luar biasa. "Ini justru menumbuhkan gelombang negatif dari Golkar sendiri," kata dia.

Terhadap tindakan pemecatan Jusuf Kalla karena menjadi calon wapres partai lain Muladi mengaku sangat kecewa. Bagaimanapun, kata dia, Kalla adalah kader Golkar yang menjadi calon wakil presiden. Maka pemecatan itu sangat merendahkan Kalla dan juga merendahkan Golkar sendiri. "Padahal kemungkinan menang masih dia (Kalla) kan," kata Muladi.

Menurut Muladi, para senior di Golkar justru melihat ancaman pemecatan terhadap Fahmi Idris cs semula hanya ancaman moral. Namun ternyata hal itu dilakukan dalam waktu yang sangat singkat menjelang pilihan presiden tahap dua. "Itu langkah gambling dan trial and eror," katanya.

Terhadap ancaman itu sendiri, Muladi mengaku tidak terpengaruh. Ia sendiri sudah lama mengajukan pengunduran diri dari partai namun tak kunjung disetujui. Sedangkan mengenai ancaman terhadap Fahmi cs dia menduga mereka sudah menyiapkan pengacara dengan melihat perkembangan selama dua-tiga hari ini.

Secara terpisah, pengurus Partai Golkar yang terancam dipecat, Priyo Budisantoso, mengaku belum bisa berkomentar atas ancaman pemecatan itu. Menurut dia, selama dirinya dan sejawatnya belum menerima pemecatan secara tertulis dari pimpinan Golkar maka mereka tak akan berkomentar ke publik yang kontraproduktif.

Istiqomatul Hayati - Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Hasyim: Nasib Saifullah Ditentukan Usai Pilpres
JCC: SBY 3,2 Persen Lebih Populer
LSI: SBY-Kalla 61,3 Persen, Mega-Hasyim 32,7 Persen
Khofifah: Jatah NU Sebaiknya Menkes dan Mentan
IFES: SBY-Kalla 61,2 Persen, Mega-Hasyim 29,3 Persen
Hamzah Haz: Perubahan Tidak Harus Ganti Presiden
Spanduk Mega-Hasyim Dominasi Jakarta Timur
Akbar Ancam Recall Legislator Golkar
Kodam Brawijaya Bantah Dukung Capres Tertentu
Akbar Tanjung Siap Hadapi Gugatan Fahmi CS
> selengkapnya...


Referensi

Jadwal Pemilu 2004 untuk Presiden dan Wakil Presiden
Jadual Pemilu 2004 untuk DPD, DPR dan DPRD
Profil Megawati Soekarnoputri
Profil Susilo B. Yudhoyono
Profil Jusuf Kalla
Keputusan KPU tentang Kampanye Pemilu Presiden dan Wakil Presiden
PP RI No. 9 Tahun 2004 Tentang Kampanye Pemilihan Umum Oleh Pejabat Negara
PP RI No. 51 Tahun 2001 Tentang Bantuan Keuangan Kepada Partai Politik
> selengkapnya...

Website

Mahkamah Konstitusi
Situs Hamzah Haz
Situs Wiranto
Situs PKS di Belanda
Situs PKS di Jepang
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [5]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< September,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data