Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Bom Kuningan Diduga Dipicu dari Jauh
Rabu, 15 September 2004 | 10:28 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Polisi kemarin menemukan detonator di kolam Kedutaan Australia, Kuningan, Jakarta. Dari temuan ini, tim forensik Kepolisian RI menduga, bom yang meledak pada Kamis (9/9) dan menewaskan sedikitnya sembilan orang itu diledakkan dari jarak jauh.

"Peledak bom minimal berada satu kilometer dari lokasi. Ia menggunakan remote (control)," kata petugas yang mengikuti proses penyelidikan kepada wartawan kemarin di Markas Besar Polri.

Ia menjelaskan, suhu udara saat bom meledak mencapai 2.000 derajat Celsius. Kecepatan ledakan bom seberat 100 kilogram itu mencapai 7.000 meter per detik. Karena itu, ia menambahkan, pemegang alat picu akan terkena ledakan bila berada pada jarak dekat. "Kalau tidak (dari jarak jauh), pelaku ada di gedung tinggi di sekitar lokasi untuk menghindari ledakan," tuturnya.

Jika benar diledakkan dari jarak jauh, berarti polanya identik dengan pengeboman di Hotel Marriott, Jakarta, 5 Agustus 2003. Menurut Tohir dan Ismail, dua pelaku yang telah ditangkap, bom diledakkan dari jarak jauh oleh Azahari Husein menggunakan telepon seluler.

Polisi kini kian mengembangkan penyelidikan, setelah dua jenazah yang ditemukan di lokasi pengeboman dipastikan sebagai Arman Syahputra dan Martinus Sitania. Direktur Antiteror Polri Brigadir Jenderal Pranowo mengatakan, dua jenazah yang semula sempat dicurigai sebagai tersangka itu ternyata hanya korban.

Tim penyelidik memusatkan perhatian kepada potongan tubuh yang ditemukan di pusat ledakan. Dari temuan ini, kuat dugaan pelakunya satu orang. Polisi membutuhkan sekitar enam hari untuk melakukan tes genetik guna memastikan identitasnya. Dari keterangan saksi, termasuk tetangga rumah yang disebut-sebut pernah ditempati Azahari di Cengkareng, menurut sumber, tersangka berasal dari Surabaya atau Solo.

Temuan berbeda disampaikan Kepala Kepolisian Federal Australia Komisioner Mick Keelty, yang menyebutkan, pelaku pengeboman terdiri dari tiga orang. Seorang pakar digital bahkan telah dikirim ke Jakarta kemarin, guna memeriksa cuplikan rekaman kamera kedutaan dan gedung-gedung di sekitarnya serta menentukan jumlah orang di lokasi ledakan.

Untuk mengidentifikasi tersangka, Kepala Badan Reserse dan Kriminal Polri Komisaris Jenderal Suyitno Landung menyatakan, pemeriksaan genetik terhadap 117 potongan tubuh yang ditemukan telah dilakukan. Potongan-potongan itu akan dicocokkan dengan sampel darah keluarga tiga orang, yang kini dicurigai dan dituding sebagai anak buah Azahari.

Dari pemeriksaan polisi terhadap tersangka yang sudah tertangkap, kata Suyitno, ada tiga orang pengikut Azahari yang menyatakan siap bunuh diri. Mereka berasal dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, atau Jakarta. "Malah orangtuanya sudah merelakan (anaknya bunuh diri)," kata Suyitno.

Suyitno mengelak ketika dimintai konfirmasi apakah Sudadi, penduduk Kampung Kenteng, Ngadirejo, Kartasura, Sukoharjo, termasuk yang dicurigai. Pria yang sempat melarikan diri saat digerebek polisi di rumahnya pada akhir Juni lalu itu disebut-sebut pers Australia sebagai salah satu tersangka. "Saya tidak pernah menyebut namanya," kata Suyitno.

Sejak bom meledak di Kuningan, rumah Sudadi memang kembali didatangi orang-orang tak dikenal dan diduga aparat kepolisian. Menurut tetangganya, mereka datang bergantian, siang atau malam. "Mereka berseliweran di sekitar rumah Pak Sudadi," kata Puji, penduduk setempat.

Menurut Soijem, mertua Sudadi, orang-orang tak dikenal itu tak pernah datang dan meminta keterangan darinya. Soijem menyatakan, Sudadi tak pernah memberi kabar sejak Juni lalu. Namun, ia yakin, sang menantu tidak terlibat aksi peledakan bom. "Kami tidak tahu apa-apa," katanya.

Sementara itu, jenazah Arman Syahputra dan Martinus Sitania kemarin dibawa pulang keluarganya. Tim forensik lebih dulu mencocokkan data laporan orang hilang. Menurut Ajun Komisaris Agung Wijayanto, dokter forensik Rumah Sakit Sukanto, ciri-ciri fisik yang dijadikan patokan adalah tinggi badan, gigi, pakaian, dan ciri khusus lainnya.

sunariah/edy can/sita/ramidi/anas/edy b


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Gedung-Gedung di Kuningan Mulai Diperbaiki
Tim Antiteror Buru Azahari cs ke Daerah
Polisi Mulai Identifikasi DNA
Dua Korban Peledakan Bom Kuningan Telah Dipulangkan
Sepuluh Batalyon Raider Disiapkan Untuk Hadapi Terorisme
Pemilik Terakhir Mobil Pengangkut Bom Diketahui
Rp 1 Miliar untuk Kepala Azahari dan Noordin
Pasca Bom Kuningan, Wisatawan Australia Meningkat
Manuela Sadar Dari Koma
Polisi Sebut Satu Orang Pelaku Bom Bunuh Diri
> selengkapnya...


Referensi

Kronologi Kasus Abdul Jabar
Perjalanan Ali Gufron
Kronologi Kasus Imam Samudra.
Jenderal Laskar Istimata
Rangkaian Pencabut Nyawa
Imam Samudra: ”Demi Allah, Tak Akan Selesai”
InpresRI No. 5 Thn 2002 (kepada Kepala Badan Intelijen Negara sehubungan dengan terorisme)
Inpres RI No. 4 Thn 2002 (kepada Menteri Negara Koordinator Bidang Politik dan Keamanan sehubungan dengan terorisme)
UU RI No.15 Thn 2003 Tentang Penetapan PERPU 1/2002 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, Menjadi Undang-Undang
> selengkapnya...

Website

Majelis Mujahidin Indonesia
Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta
Kepolisian Republik Indonesia
Departemen Luar Negeri


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< September,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data