Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

SBY Minta Pidato Pembukaan Diperpanjang
Selasa, 14 September 2004 | 11:04 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Calon presiden dari Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menilai waktu tiga menit penyampaian pidato visi misi yang diberikan modertor terlalu pendek.

Menurut dia, mestinya pidato pembukaan capres sebelum memulai dialog idealnya lima menit. "Karena itu sebetulnya overview kerangka dari apa yang dibahas pada malam ini,"kata dia kepada wartawan usai Dialog Penajaman Visi Misi dan Program Capres dan Cawapres di Hotel Hilton, Jakarta, Selasa (14/9) malam.

Di luar itu, menurut Yudhoyono, berjalan memadai seperti isi dialog dan pertanyaan yang diajukan panelis. Dia melihat, panelis kini bertindak lebih fair kepada pasangan calon. Ini memang dimungkinkan, karena panelis diajukan oleh tim pasangan calon yang disetujui Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Yudhoyono berpendapat, isu yang diangkat panelis lebih aktual terutama mengenai pencalonannya dengan Jusuf Kalla. Dialog dia rasakan berguna karena masyarakat ingin mengetahui posisi dan langkah-langkahnya jika terpilih. "Termasuk isu-isu mengenai keamanan dan demokrasi apakah saya sebagai bekas tentara tidak melakukan hal-hal yang bertentangan dengan demokrasi, represif, dan lain," kata Yudhoyono.

Dia berjanji, apa yang diucapkannya dalam dialog itu akan dijadikannya pegangan yang akan dilakukan jika terpilih.

Terkait reformasi TNI yang dikatakannya, Yudhoyono mengaku reformasi belum rampung dan karena itu harus berjalan terus. "Ini harus dipastikan TNI betul-betul tidak bermain politik, kembali ke jati dirinya dan tugas pokoknya," kata SBY, panggilan singkatnya. Dia yakin, jika reformasi TNI berjalan, langkah TNI akan seiring dengan perjalanan demokrasi Indonesia.

Ketika ditanyakan mengenai penanganan kasus bom oleh pihak intelijen, SBY menjelaskan, jika terpilih dia akan meningkatkan kinerja dan operasi pengejaran dan aparat intelejen, polisi, dan lembaga-lembaga lain harus siap bekerja 24 jam.

Istiqomatul Hayati - Tempo News Room

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Partai Golkar Berhentikan Jusuf Kalla
Megawati Belum Ketahui KKR
Aliansi Perempuan dan Etnis Tionghoa Dukung Megawati
Pimpinan DPRD Kota Bandung Langsung Tandatangani Kontrak Politik
Kampanye Mega-Hasyim Melibatkan Pegawai Dinas Kesehatan
Pengamat: Model Debat Capres Tunjukkan Lemahnya KPU
Ribuan Buruh Kasogi Menyatakan Golput
Kubu SBY-JK Siapkan Ratusan Ribu Relawan Pemantau Pemilu
Gerakan Mahasiswa Datangi KPU
Hizbut Tahrir Demo Tolak Presiden Perempuan
> selengkapnya...


Referensi

Jadwal Pemilu Presiden Putaran Kedua
Jadwal Pemilu 2004 untuk Presiden dan Wakil Presiden
Jadual Pemilu 2004 untuk DPD, DPR dan DPRD
Profil Megawati Soekarnoputri
Profil Susilo B. Yudhoyono
Profil Jusuf Kalla
Keputusan KPU tentang Kampanye Pemilu Presiden dan Wakil Presiden
PP RI No. 9 Tahun 2004 Tentang Kampanye Pemilihan Umum Oleh Pejabat Negara
PP RI No. 51 Tahun 2001 Tentang Bantuan Keuangan Kepada Partai Politik
> selengkapnya...

Website

Panitia Pengawas Pemilu
KPU
Pro SBY
Mega For President
Megawati-Hasyim Muzadi
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< September,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data