Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Polisi Mulai Identifikasi DNA
Selasa, 14 September 2004 | 18:53 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Kepolisian RI mulai memeriksa DNA sisa-sisa potongan tubuh akibat ledakan bom didepan kantor Kedutaan besar Australia, Jakarta Selatan, yang terjadi pada Kamis (9/9) lalu. Kepala Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri Komisaris Jenderal Polisi Suyitno Landung, yang diwawancarai Selasa (14/9) mengatakan, pemeriksaan DNA dilakukan sejak pagi ini.

Sebelumnya, polisi berhasil mengidentifikasi dua potongan tubuh yang diketahui bernama Martinus dan Arman Syah. Keduanya merupakan korban. Polisi masih akan memeriksa sekitar 117 sisa potongan tubuh, yang diduga didalamnya terdapat potongan tubuh pelaku pengeboman. "Sisa-sisa potongan akan diidentifikasi dengan metode DNA, dengan pemeriksaan darah dari keluarga yang kita ambil darahnya itu," ujar Suyitno.

Kepolisian selanjutnya akan menyesuaikan hasil tes DNA dengan sampel darah dari beberapa keluarga yang diduga sebagai tersangka. Pada Sabtu (11/9) kemarin, polisi sudah mengambil contoh darah keluarga tersangka kelompok Azahari yang belum tertangkap, yang menyatakan siap bunuh diri.

Dari hasil penelusuran polisi terhadap tersangka yang sudah tertangkap, diketahui masih ada tiga orang kelompok pengikut Azahari dan Muhamad Top yang menyatakan siap bunuh diri. "Malah orangtua mereka sudah merelakan," lanjut Suyitno. Ketiga tersangka itu, diketahui dari hasil penelusuran yang dilakukan polisi di daerah Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jakarta.

Dari 117 sisa potongan tubuh yang belum teridentifikasi, polisi belum bisa memastikan apakah potongan tubuh itu terdiri dari satu orang atau lebih. Diantara potongan tubuh itu, salah satunya adalah potongan telapak kaki sebelah kiri yang ditemukan polisi di puncak pagar pintu gerbang Kedubes Australia. "Kita belum tahu, sampel darah dari keluarga itu akan dicocokan dengan nama-nama yang sudah dikantongi polisi," jawab Suyitno saat ditanyakan apakah potongan tubuh itu pelaku atau bukan. Termasuk salah seorang tersangka yang mengirim surat ke keluarganya pada bulan-bulan terakhir, yang menyatakan siap bunuh diri.

Mengenai identifikasi dari kamera pemantau yang ada diatas gedung Kedubes Australia, Suyitno mengungkapkan, secara teknis kepolisian sulit mengidentifikasi, karena kendaraan memakai kaca gelap dan pemboman terjadi pada siang hari. Pantulan cahaya matahari pada kaca menyulitkan polisi melihat isi dalam kendaraan itu.

Dari hasil temuan Puslabfor Mabes Polri hari ini, polisi menemukan kulit kepala bagian belakang di lantai 5 Gedung Gracia yang bersebelahan dengan Kedubes Australia. Selain itu, tim Puslabfor juga menemukan potongan kaki dan tulang-tulang. Mereka juga menemukan bangkai detonator di kolam di Kedutaan Australia.

Dari penemuan ini, diduga kapasitas bahan peledak lebih dari 100 kilogram, dengan kecepatan eksplosif 7.000 meter perdetik dan bersuhu 2.000 derajat celcius. Salah seorang sumber di Mabes Polri mengatakan, kemungkinan bom diledakan menggunakan pemicu (remote). Diduga peledak bom berada minimal satu kilometer dari lokasi.

Suyitno Landung menjelaskan, polisi masih menganalisa isi 26 keranjang sampah bukti-bukti ledakan bom. Polisi juga masih menelusuri penghuni rumah kos di Cengkareng Jakarta Barat, yang adalah Azahari dan kelompoknya. Mengenai mobil pembawa bahan peledak, Suyitno mengatakan, mobil tersebut bernomor mesin B 9065 NH.

Sunariah - Tempo News Room

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Dua Korban Peledakan Bom Kuningan Telah Dipulangkan
Hari Sabarno: BIN Bisa Tangkap Teroris
Pemilik Terakhir Mobil Pengangkut Bom Diketahui
Rp 1 Miliar untuk Kepala Azahari dan Noordin
Pasca Bom Kuningan, Wisatawan Australia Meningkat
Manuela Sadar Dari Koma
Polisi Sebut Satu Orang Pelaku Bom Bunuh Diri
Polisi Federal Australia: Ada Tiga Tersangka Bom Kuningan
Bom Kuningan Tidak Akan Kurangi Minat Wisatawan Ke Jakarta
Buku Biografi Imam Samudra Laku Keras
> selengkapnya...


Referensi

Kronologi Kasus Abdul Jabar
Perjalanan Ali Gufron
Kronologi Kasus Imam Samudra.
Jenderal Laskar Istimata
Rangkaian Pencabut Nyawa
Imam Samudra: ”Demi Allah, Tak Akan Selesai”
InpresRI No. 5 Thn 2002 (kepada Kepala Badan Intelijen Negara sehubungan dengan terorisme)
Inpres RI No. 4 Thn 2002 (kepada Menteri Negara Koordinator Bidang Politik dan Keamanan sehubungan dengan terorisme)
UU RI No.15 Thn 2003 Tentang Penetapan PERPU 1/2002 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, Menjadi Undang-Undang
> selengkapnya...

Website

Majelis Mujahidin Indonesia
Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta
Kepolisian Republik Indonesia
Departemen Luar Negeri


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< September,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data