|
Sulawesi Selatan
Hizbut Tahrir Demo Tolak Presiden Perempuan
Selasa, 14 September 2004 | 15:15 WIB
TEMPO Interaktif, Makassar: Sekitar seribuan massa Hizbut Tahrir Indonesia Sulawesi Selatan (Sulsel) melakukan unjuk rasa, Selasa (14/9). Salah satu pernyataan sikapnya yakni menolak kepala negara perempuan.
Massa Hizbut Tahrir Indonesia Sulsel memulai aksinya di Monumen Mandala Makassar, Jalan Jenderal Sudirman. Setelah mereka berkumpul di tempat itu, kemudian melakukan aksi long march ke DPRD Sulsel.
Mereka melalui ruas jalan sepanjang sekitar 5 kilometer, dengan melalui Jl Gunung Bulusaraung, Jl Masjid Raya, hingga Jl Urip Sumoharjo. Iring-iringan massa kira-kira sepanjang satu kilometer.
Para pengunjuk rasa membawa puluhan pamflet. Beberapa pamflet itu bertulisakan antara lain, Islam Yes Demokrasi No, Tolak Kepemimpinan Sekuler, Tolak Sekulerisme, Tegakkan Khilafah, Tegakkan Syariat Islam, Raih Kepemimpinan Islam, Sekulerisme Biang Derita Umat, Pemimpin Islam Pemimpin Ideal dan lainnya.
Humas Hizbut Tahrir Indonesia Sulsel, Hasanuddin Rasyid, menghimbau setiap umat muslim untuk berhati-hati memilih dalam pemilihan presiden kedua 20 September mendatang. Menurutnya, syarat-syarat utama yang harus diperhatikan dalam memilih pemimpin antara lain, muslim, laki-laki, baligh, berakal, adil, merdeka dan melaksanakan amanat sebagai kepala negara.
"Kepala negara itu harus mampu mewujudkan kemerdekaan yang sesungguhnya, bukan justru sebaliknya membiarkan negeri ini tetap dalam cengkeraman kekuatan dominasi asing," katanya.
Para pengunjuk rasa itu juga menyatakan keprihatinannya atas kejadian bom di depan Kedubes Australia, pekan lalu. Menurut Hasanuddin, umat Islam menolak terorisme dan tindakan-tindakan kekerasan yang lain.
Irmawati - Tempo News Room
INDEKS BERITA LAINNYA :
|