Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Polisi Akan Cocokkan DNA Tersangka
Selasa, 14 September 2004 | 10:19 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Polisi akan mencocokkan sampel deoxyribonucleic acid (DNA) dari potongan tubuh korban ledakan bom di Kuningan, Jakarta, pekan lalu, dengan sejumlah orang yang diduga sebagai keluarga mereka. Kepala Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri Komisaris Jenderal Suyitno Landung mengatakan, polisi telah mendapatkan tiga keluarga sebagai pembanding.

"Dengan metode DNA, mudah-mudahan ada hubungannya, sehingga bisa diidentifikasi pelakunya," kata Suyitno di Kuningan, Jakarta, kemarin. Ia di sana bersama-sama keluarga besar Polri dan Warakawuri melakukan doa bersama. Acara dipimpin Wakil Kepala Polri Komjen Adang Dorodjatun.

Tiga keluarga itu, kata Suyitno, diperoleh dari tiga tersangka yang dicari-cari polisi di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah. Mereka adalah bagian dari sembilan orang yang diduga polisi direkrut Dr. Azahari. Enam di antara mereka ditangkap polisi antara Juli dan Agustus lalu dengan sangkaan terorisme dan ikut menyembunyikan dua tersangka teroris.

DNA adalah pembawa instruksi genetika untuk perkembangan biologi sel. DNA dikenal pula sebagai molekul pembawa sifat-sifat keturunan.

Suyitno menjelaskan, pihaknya belum bisa memastikan apakah potongan tubuh itu terdiri atas satu, dua, atau tiga orang. "Perlu pembanding dari keluarga tersangka yang kami curigai," katanya seraya mengatakan, pihaknya sedang melakukan rekonstruksi atas potongan-potongan tubuh korban.

Selain pencocokan DNA, kata Suyitno, pihaknya juga melakukan identifikasi pelaku dari mobil yang dipakai untuk beraksi. Namun, katanya, hingga saat ini pihaknya belum dapat menentukan pemilik terakhir Daihatsu Zebra keluaran 1990 yang digunakan untuk membawa bom.

Suyitno menolak menyebut detail penelusuran pemilik mobil. Ketika kepadanya ditanyakan soal adanya pemeriksaan di Polda atas saksi ketiga yang diduga memiliki mobil itu, ia hanya berkata, "Saya tidak mau sebut namanya dulu. Jangan sampai yang tak bersalah menjadi seolah-olah bersalah."

Kepolisian hingga kemarin masih meneliti lebih dari 20 serpihan kantong cokelat. Dari sejumlah penyidik di lapangan, Tempo mendapat informasi bahwa polisi sudah memperoleh gambaran nomor polisi. Mereka menolak menyebut detail nomornya, tetapi disebutkan mobil itu beregistrasi Jakarta.

Dari Canberra, Menteri Luar Negeri Australia Alexander Downer menyatakan, pemerintah negaranya akan memindahkan lokasi kedutaan besar di Jakarta. Menurut dia, gedung kedutaan yang telah berusia 10 tahun di Jalan H.R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, itu dianggap terlalu kecil. "Dan ada di lokasi yang sibuk, ini terlalu berbahaya," katanya sebagaimana dikutip Associated Press (AP). Downer belum menyebut lokasi baru yang dipilih.

Selain kedutaan besarnya di Jakarta, Australia akan memindahkan konsulat jenderalnya di Bali. Pemindahan ke lokasi yang lebih aman ini dengan pertimbangan kemungkinan menghadapi kondisi yang tidak menentu.

Pemerintah Australia juga menyatakan akan meningkatkan keamanan kedutaan mereka di seluruh dunia. Salah satunya adalah menggunakan jendela dan kaca tahan bom, menambah kekuatan dinding dan pagar seperti yang dipakai di kedutaan di Jakarta.

"Gedung kedutaan di Jakarta telah membuktikan ketahanannya terhadap serangan bom," kata Perdana Menteri Australia John Howard kepada AP.

Dari Tangerang, korban bom Kuningan yang berusia 5 tahun, Elisabeth Manuela Bambina Muzu, dikabarkan hingga kemarin masih kritis. Nunu, panggilan gadis cilik itu, saat ini dirawat di ruang ICU RS Mount Elizabeth, Singapura. Nunu sudah dioperasi, tetapi, "Otaknya kemasukan serpihan bom hingga ia belum sadarkan diri," kata Kristina Emi Widati, tantenya. Ibu Nunu, Maria Eva Komalawati, tewas dalam peristiwa itu.

Menurut Kristina, jika nantinya sembuh, dokter memperkirakan Nunu ada kemungkinan akan lumpuh. Untuk itu, katanya, selain pengobatan medis, pihak keluarga juga mengupayakan terapi musik dan suara. Ia menceritakan, ketika Sisilia Esti Rahayu, tantenya yang lain, menyanyikan lagu-lagu, bola mata Nunu terlihat bergerak-gerak.

Secara terpisah, Gerakan Pemuda Islam Indonesia kemarin menuntut agar Kepala Polri Jenderal Da'i Bachtiar mengundurkan diri. Kasus bom di Kedutaan Besar Australia adalah yang ketiga kalinya terjadi tanpa polisi mampu menangkap pelaku utamanya.

martha warta/yophiandi/ayu cipta/fajar wf


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Hasyim Muzadi: Intelijen Indonesia Jangan Begini Terus
Elizabeth Muzu Kritis, Ada Serpihan Bom di Otaknya
Presiden Amanatkan Jajaran Keamanan Tingkatkan Kewaspadaan
BEM UGM Kutuk Pemboman di Kuningan
Ngruki Bantah Ba'asyir Ketahui Bom Kuningan
Polisi Ambil Sampel DNA Keluarga Tersangka Bom
Siaga Satu Mulai Hari Ini
Polri Doa Bersama di Depan Kedubes Australia
Dubes Australia Peringatkan Warganya
Amien Minta Pelaku Pemboman Segera Diungkap
> selengkapnya...


Referensi

Kronologi Kasus Abdul Jabar
Perjalanan Ali Gufron
Kronologi Kasus Imam Samudra.
Jenderal Laskar Istimata
Rangkaian Pencabut Nyawa
Imam Samudra: ”Demi Allah, Tak Akan Selesai”
InpresRI No. 5 Thn 2002 (kepada Kepala Badan Intelijen Negara sehubungan dengan terorisme)
Inpres RI No. 4 Thn 2002 (kepada Menteri Negara Koordinator Bidang Politik dan Keamanan sehubungan dengan terorisme)
UU RI No.15 Thn 2003 Tentang Penetapan PERPU 1/2002 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, Menjadi Undang-Undang
> selengkapnya...

Website

Majelis Mujahidin Indonesia
Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta
Kepolisian Republik Indonesia
Departemen Luar Negeri


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [2]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< September,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data