Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Hasyim Muzadi: Intelijen Indonesia Jangan Begini Terus
Selasa, 14 September 2004 | 10:07 WIB

TEMPO Interaktif, Cianjur: Calon wakil presiden PDIP Hasyim Muzadi mengatakan tragedi peledakan bom di depan Gedung Kedutaan Besar Australia, Jakarta, beberapa waktu lalu, sangat merugikan Indonesia di mata dunia. "Terlepas apa pun motifnya, peristiwa tersebut jelas mendiskreditkan Indonesia," tegas Hasyim di sela-sela kunjungan silaturahmi di Pondok Pesantren Al Asfia, Warungkondang, Cianjur, Senin (13/9) kemarin.

Selain itu, Hasyim pun menilai kinerja intelijen Indonesia belum maksimal. "Intelijen harus meningkatkan kinerja, jangan begini terus," kata Hasyim.

Hasyim menilai kejadian tersebut memberikan berbagai kemungkinan penafsiran, terutama hubungannya dengan Islam. Menurut Hasyim, ada kemungkinan orang-orang Islam yang menyalahgunakan keislamannya atau ada orang-orang yang ingin mendiskreditkan pihak Islam. "Yang pasti, ada rekayasa untuk menjatuhkan Indonesia," kata Hasyim.

Hasyim meminta pemerintah segera melakukan klarifikasi secara internasional. "Saya sudah bertemu Duta Besar Australia dan menjelaskan duduk masalahnya supaya Indonesia tidak dianggap negara teroris. "Kalau dianggap negara teroris, upaya pengembangan ekonomi kita akan semakin sulit," ujar Hasyim.

Untungnya, sambung Hasyim, pihak Australia bisa mengerti bahwa peristiwa peledakan bom itu bukan serangan terhadap mereka, tapi justru serangan bagi Indonesia. "Malah, pihak mereka justru membantu dengan mengucurkan dana sekitar satu juta dolar Australia untuk biaya pengobatan para korban," tutur Hasyim.

Di pihak lain, Hasyim juga memaklumi jika beberapa negara seperti Amerika Serikat, Inggris, atau Korea Selatan, yang menyerukan travel warning serta mulai menarik warganya pulang dari Indonesia, "Itu kan untuk keselamatan mereka sendiri, ya tidak apa-apa," katanya.

Secara politis, Hasyim juga tidak mengabaikan peristiwa tersebut ada kaitannya dengan situasi menjelang pemilihan presiden dan wakil presiden putaran kedua saat ini. "Mungkin saja peristiwa ini digerakkan oleh orang untuk memperkeruh suasana," kata Hasyim.

Deden Abdul Aziz - Tempo News Room

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Polisi Akan Cocokkan DNA Tersangka
Elizabeth Muzu Kritis, Ada Serpihan Bom di Otaknya
Presiden Amanatkan Jajaran Keamanan Tingkatkan Kewaspadaan
Hasyim Muzadi dan Jusuf Kalla Berkunjung ke Cianjur
Hasyim Janjikan Kredit Tanpa Agunan
BEM UGM Kutuk Pemboman di Kuningan
Ngruki Bantah Ba'asyir Ketahui Bom Kuningan
Polisi Ambil Sampel DNA Keluarga Tersangka Bom
Siaga Satu Mulai Hari Ini
Polri Doa Bersama di Depan Kedubes Australia
> selengkapnya...


Referensi

Kronologi Kasus Abdul Jabar
Perjalanan Ali Gufron
Kronologi Kasus Imam Samudra.
Jenderal Laskar Istimata
Rangkaian Pencabut Nyawa
Imam Samudra: ”Demi Allah, Tak Akan Selesai”
InpresRI No. 5 Thn 2002 (kepada Kepala Badan Intelijen Negara sehubungan dengan terorisme)
Inpres RI No. 4 Thn 2002 (kepada Menteri Negara Koordinator Bidang Politik dan Keamanan sehubungan dengan terorisme)
UU RI No.15 Thn 2003 Tentang Penetapan PERPU 1/2002 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, Menjadi Undang-Undang
> selengkapnya...

Website

Situs Megawati-Hasyim Muzadi
Majelis Mujahidin Indonesia
Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta
Kepolisian Republik Indonesia
Departemen Luar Negeri


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< September,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data