Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Elizabeth Muzu Kritis, Ada Serpihan Bom di Otaknya
Senin, 13 September 2004 | 19:48 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Elisabeth Manuela Bambina Muzu, gadis cilik berusia lima tahun hingga Senin (13/9) dalam kondisi kritis di ruang ICU RS. Mount Elizabeth Singapura. Nunu sudah dioperasi, tetapi otaknya kemasukan serpihan bom hingga ia masih belum sadarkan diri.

Informasi TNR yang diterima dari budhenya, Kristina Emi
Widati, Nunu kemungkinan mengalami kelumpuhan. Untuk itu
selain pengobatan medis, pihak keluarga juga mengupayakan
terapi musik dan suara.

"Kami berusaha mengirimkan suara Willy anak saya. Sebab
Nunu paling suka sama dia. Selama dua bulan tinggal di
Binong Permai, Tangerang Nunu sering bersama Willy. Tidur
dan bermain sama Willy," kata Emi prihatin.

Selain tak sadarkan diri, mata Nunu juga masih terpejam.
Namun, ketika Sisilia Esti Rahayu, tantenya yang
menungguinya menyanyikan lagu-lagu, bola mata Nunu
terlihat bergerak-gerak. "Kemarin jari-jari tangannya
juga bergerak, menggenggam," ujar Emi ketika dihubungi
Tempo News Room, Senin (13/4) sore.

Sedianya, Emi dan keluarga akan menjenguk Nunu ke
Singapura pada Sabtu pecan ini. Sedangkan ayah Nunu,
Emanuel Muzu, sehari setelah penguburan sang istri
tercintanya, maria Eva Kumalawaty Minggu (12/9) sudah
kembali ke Singapura, menunggui Nunu.

Diketahui, Nunu adalah korban bom di depan Kedubes
Australia pada Kamis (9/9) lalu. Nyawanya tertolong. Pada
Jumat (10/9), sehari setelah dirawat di RS MMC, Nunu
dikirim ke RS Mount Elizabeth Singapura.

Sementara itu, pemakaman Eva, ibu kandung Nunu
berlangsung pada hari Sabtu lalu di TPU Binong Permai.
Ikut hadir suaminya, Emanuel, WN Italia.

Ayu Cipta - Tempo News Room

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Presiden Amanatkan Jajaran Keamanan Tingkatkan Kewaspadaan
BEM UGM Kutuk Pemboman di Kuningan
Ngruki Bantah Ba'asyir Ketahui Bom Kuningan
Polisi Ambil Sampel DNA Keluarga Tersangka Bom
Siaga Satu Mulai Hari Ini
Polri Doa Bersama di Depan Kedubes Australia
Dubes Australia Peringatkan Warganya
Amien Minta Pelaku Pemboman Segera Diungkap
Polisi Gelar Rekonstruksi Pertama Bom Kuningan
Tabur Bunga untuk Korban Bom Kuningan
> selengkapnya...


Referensi

Kronologi Kasus Abdul Jabar
Perjalanan Ali Gufron
Kronologi Kasus Imam Samudra.
Jenderal Laskar Istimata
Rangkaian Pencabut Nyawa
Imam Samudra: ”Demi Allah, Tak Akan Selesai”
InpresRI No. 5 Thn 2002 (kepada Kepala Badan Intelijen Negara sehubungan dengan terorisme)
Inpres RI No. 4 Thn 2002 (kepada Menteri Negara Koordinator Bidang Politik dan Keamanan sehubungan dengan terorisme)
UU RI No.15 Thn 2003 Tentang Penetapan PERPU 1/2002 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, Menjadi Undang-Undang
> selengkapnya...

Website

Majelis Mujahidin Indonesia
Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta
Kepolisian Republik Indonesia
Departemen Luar Negeri


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< September,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data