|
Nasional
Akbar Ingatkan Kalla Tidak Campuri Urusan Internal Golkar
Senin, 13 September 2004 | 19:28 WIB
TEMPO Interaktif, Solo: Ketua Umum Partai Golkar, Akbar Tanjung, memperingatkan Jusuf Kalla tidak mencampuri urusan internal Partai Golkar. Peringatan itu diberikan karena saat ini Kalla sudah menjadi Cawapres dari partai lain yakni Partai Demokrat.
"Pak Jusuf itu sekarang kan Cawapres dari partai lain. Sehingga sudah tidak ada hubungannya lagi dengan Golkar. Seharusnya ia tidak ikut-ikutan mencampuri urusan internal Golkar," ungkap Akbar Tanjung kepada wartawan disela-sela acara deklarasi Koalisi Kebangsaan Surakarta, Senin (13/9).
Sebagai Cawapres yang diajukan partai lain yang tidak didukung Partai Golkar, lanjut Akbar, hendaknya Jusuf Kalla bisa memposisikan dirinya.
"Urusan internal menjadi urusan kami, ya jangan turut dicampuri. Beliau konsentrasi saja dengan posisinya (sebagai Cawapres Partai Demokrat) sekarang. Saya sudah kirimi surat kepada beliau untuk tidak mencampuri urusan internal Golkar," tambah Akbar yang juga menjadi Ketua Koalisi Kebangsaan ini.
Golkar sendiri, kata Akbar, sudah bulat dengan Koalisi Kebangsaan dan mendukung langkah Megawati-Hasyim Muzadi menduduki kepemimpinan nasional pada Pemilu 20 September nanti. Kepada sejumlah pengurus partai lainnya yang ?membangkang?, Akbar mengaku telah memberikan surat peringatan kepada 13 orang pengurus partai.
Partai Golkar juga tidak akan melibatkan pasangan Capres-Cawapres Partai Golkar, Wiranto-Sholahudin dalam Koalisi Kebangsaan ini. Dikatakan Akbar, pihaknya pernah menghubungi kedua orang tersebut, namun karena ingin netral maka Koalisi Kebangsaan tidak melibatkan Wiranto-Sholahudin. "Kami juga menghargai sikap mereka, sehingga tidak kami libatkan dalam koalisi ini," papar Akbar.
Selain mengegolkan pasangan Mega-Hasyim, Koalisi Kebangsaan ini juga akan diteruskan dalam perjuangan bersama di parlemen. Saat ini sudah ada delapan Parpol yang bergabung dalam koalisi ini yakni PDIP, Partai Golkar, PPP, PDS, PBR, PKPB, PNI Marhenisme dan PNUI.
"Hitung-hitungan kami, dari delapan parpol itu sudah memegang 320 kursi dari 550 kursi di parlemen. Ini menjadi kekuatan yang cukup signifikan di parlemen," paparnya.
Anas Syahirul - Tempo News Room
INDEKS BERITA LAINNYA :
|