Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Polisi Ambil Sampel DNA Keluarga Tersangka Bom
Senin, 13 September 2004 | 13:24 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Polisi mengambil sampel DNA keluarga yang diduga tersangka pengeboman di depan kedutaan besar Australia.

"Kita dapatkan tiga keluarga untuk pembanding. Dengan metoda DNA, mudah-mudahan ada connect dengan beberapa darah keluarga yang kita curigai," kata Kepala Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri, Komjen Pol Suyitno Landung kepada wartawan di Kuningan, Jakarta, Senin (13/9).

Tiga keluarga itu berasal dari tersangka yang dicari-cari polisi, di wilayah Jawa Timur. Tersangkanya merupakan bagian dari 9 orang yang direkrut Dr. Azahari dan menyembunyikannya. Seperti diketahui, pada bulan Juli sampai Agustus lalu, polisi telah menangkap 6 diantaranya, dengan sangkaan terorisme.

Suyitno menjelaskan sampel DNA itu akan dibandingkan dengan DNA dari potongan tubuh yang ditemukan saat pemboman. Potongan tubuh itu belum dapat dipastikan apakah terdiri dari satu orang, dua orang atau tiga orang. "Oleh karena itu, perlu pembanding dari keluarga suspect yang kita curigai," katanya.

Dari potongan itu juga, pihaknya sedang merekonstruksi. Ia menyebutkan salah satu potongan tubuh korban ada kutil di bokongnya. Diharapkan, pihak keluarga dapat mengenal korban tersebut.

Polisi belum dapat menentukan nama pemilik mobil Daihatsu Zebra tahun 1990 yang digunakan untuk membawa bom. Sampai saat ini pihaknya masih menyelidiki pemilik terakhir yang memiliki mobil tersebut. "Saya tidak mau sebut namanya dulu," kata Suyitno. Polisi juga masih meneliti lebih dari 20 serpihan kantung coklat yang harus diayak.

Ia menghimbau masyarakat yang pernah melihat Daihatsu zebra warna putih tahun 1990, dapat membantu penelusuran kasus ini. Selain itu, kontrakan yang baru ditinggalkan dalam waktu beberapa hari, dapat menghubungi polisi. "Info itu sangat berarti bagi kita," kata dia. Selain itu, pihaknya juga terus menyebarkan foto-foto Dr. Azahari dan Noordin Muhammad Top.

Untuk kepentingan penyidikan, pihaknya tidak dapat mengatakan posisi Azahari dan Noordin. Karena, organisasi itu tertutup dan rahasia serta berpindah-pindah tempat.

Martha Warta - Tempo News Room

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Siaga Satu Mulai Hari Ini
Polri Doa Bersama di Depan Kedubes Australia
Dubes Australia Peringatkan Warganya
Amien Minta Pelaku Pemboman Segera Diungkap
Polisi Gelar Rekonstruksi Pertama Bom Kuningan
Tabur Bunga untuk Korban Bom Kuningan
Dua Hotel dan Satu sekolah di Pekanbaru Diancam Bom
Kepala Puslabfor: Ada Kesamaan Bahan Bom
Kapolri Ingin Gelar Sayembara Untuk Tangkap Dr Azahari
Polisi Temukan Sulfur dan TNT
> selengkapnya...


Referensi

Kronologi Kasus Abdul Jabar
Perjalanan Ali Gufron
Kronologi Kasus Imam Samudra.
Jenderal Laskar Istimata
Rangkaian Pencabut Nyawa
Imam Samudra: ”Demi Allah, Tak Akan Selesai”
InpresRI No. 5 Thn 2002 (kepada Kepala Badan Intelijen Negara sehubungan dengan terorisme)
Inpres RI No. 4 Thn 2002 (kepada Menteri Negara Koordinator Bidang Politik dan Keamanan sehubungan dengan terorisme)
UU RI No.15 Thn 2003 Tentang Penetapan PERPU 1/2002 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, Menjadi Undang-Undang
> selengkapnya...

Website

Majelis Mujahidin Indonesia
Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta
Kepolisian Republik Indonesia
Departemen Luar Negeri


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< September,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data