|
Nasional
Polisi Gelar Rekonstruksi Pertama Bom Kuningan
Minggu, 12 September 2004 | 14:00 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Rekonstruksi di depan Kedutaan Besar Australia dilakukan sejak pukul 9.30 WIB. Menurut Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Paiman, rekonstruksi dilakukan untuk menunjukkan posisi-posisi di mana ditemukan barang bukti.
"Rekontruksi dilakukan di TKP oleh Pusat Identifikasi dan Laboratorium Forensik Mabes Polri," kata Paiman usai rekontruksi kepada wartawan di depan Kedutaan Australia, Jakarta, Minggu (12/9).
Menurutnya, rekonstruksi ini dilakukan untuk lebih memperjelas posisi yang diperkirakan dalam keadaan sebenarnya. Rekonstruksi sendiri berjalan secara tertutup dan wartawan hanya diberi kesempatan melihat sekilas saat Paiman memberikan keterangan persnya.
Mengenai berapa jumlah orang yang berada dalam mobil boks Daihatsu putih yang diduga sebagai pembawa bom, Paiman belum dapat memastikan, karena masih dalam penyelidikan. Sedangkan saat dimintai komentarnya tentang penyelidik asing, Paiman menegaskan, mereka belum dimintai bantuannya.
"Saat ini penyelidikan masih dilakukan Pusat Labfor Mabes Polri, mereka belum dimintai bantuan. Dan kalau dimintai bantuan, sebatas analisis saja," katanyanya.
Hadir dalam rekonstruksi tersebut di antaranya adalah Kapolri Jenderal Pol. Da'i Bachtiar, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Firman Gani, Kabareskrim Polri Komjen Pol. Suyitno Landung, dan Paiman.
Dari pantauan Tempo di lokasi rekonstruksi, tampak sebuah mobil boks Daihatsu putih ditempatkan di depan Kedutaan Australia dengan posisi mengarah ke pintu gerbang. Mobil boks ini berada persis di atas lubang yang menganga di depan kedutaan. Di sekitar mobil dibentangkan benang-benang yang ditulisi kertas berbagai posisi barang bukti, misalnya lokasi ditemukan velg dan ban. Sekitar enam motor juga ditempatkan di sekitar mobil.
Lokasi TKP masih ditutup dengan triplek yang dijaga puluhan polisi. Jalur lambat Jalan Rasuna Said yang berada di depan kedutaan juga masih ditutup. Pengguna jalan hanya dapat menggunakan tiga jalur jalan yang tersisa.
M. Fasabeni
INDEKS BERITA LAINNYA :
|