|
Nasional
SBY-Kalla Menuai Deklarasi Dukungan Lintas Kalangan
Sabtu, 11 September 2004 | 12:15 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Beberapa tokoh lintas partai dipastikan mendukung Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla dalam pemilu pilpres kedua. Demikian dikatakan salah seorang yang dekat dengan SBY, Denny JA kepada Tempo News Room, Sabtu (11/9) pagi. Denny mengatakan ia juga telah memobilisasi dukungan dari tokoh-tokoh nasionalis dan aktivis yang pro perubahan.
Oleh karenanya, pada Jumat (10/9), tokoh-tokoh dari Partai Amanat Nasional telah memberikan dukungannya kepada pasangan SBY-Kalla dengan mendeklarasikan Komunitas Amanat Nasional Pro-perubahan di Hotel Ambhara, Jakarta Selatan. Tokoh-tokoh yang hadir adalah Bambang Sudibyo, AM Fatwa, Didik J Rachbini, Dradjat Wibowo, dan Miranti Abidin. Mereka memberikan pandangan-pandangannya beberapa menit yang isinya menginginkan adanya perubahan.
Rencananya, hal itu akan diikuti deklarasi Komunitas Kebangkitan Bangsa Pro-perubahan pada Senin (13/9), Aliansi Nasionalis Pro-perubahan pada Selasa (14/9), dan Aliansi Aktivis Pro-perubahan pada Rabu (15/9). Tokoh-tokoh PKB yang akan berorasi antara lain adalah Alwi Shihab, AS Hikam dan Machfud MD.
Sedangkan tokoh-tokoh nasionalis kebangsaan yang akan hadir memberi dukungan adalah Muladi, Surya Paloh, Sophan Sophiaan dan Julius Usman. Dari kalangan muda antara lain adalah Bara Hasibuan, dan Lin Che Wei. Sedangkan pada deklarasi Aliansi Aktivis Pro Perubahan yang akan hadir adalah Todung Mulya Lubis, HS Dillon, Rizal Ramli dan Adnan Buyung Nasution. Selain kehadiran tokoh-tokoh itu, tokoh-tokoh Golkar lain dipastikan juga akan hadir.
Dukungan yang diraup kubu SBY ini, menurut Denny, sangat penting, karena setiap presiden terpilih sangat membutuhkan dukungan dari berbagai kalangan termasuk kalangan non-partai. "Pertarungan ini bukanlah pertarungan antara koalisi kebangsaan melawan koalisi SBY, tapi pertarungan antara tokoh-tokoh pro-perubahan dan tokoh-tokoh pro-status quo di semua partai," Kata Denny. Maka, "Kemenangan kelompok pro-perubahan, nantinya akan menjadi kemenangan seluruh partai," tambahnya.
Pakar ekonomi Didik J Rachbini yang dihubungi melalui saluran telepon, mengatakan dirinya pribadi mendukung SBY. Pasalnya, pemerintahan Megawati sama sekali tidak membawa perubahan. "Tiga tahun, empat tahun, keadaan kita masih terpuruk seperti ini," katanya. Sebenarnya ia lebih suka bila Amien Rais menjadi presiden. "Namun, bila first choice kita gagal, ya akhirnya second choice," kata Didik. Amien sendiri dalam suatu kesempatan secara terang-terangan mendukung SBY.
Bagi Didik, dirinya harus menentukan salah satu calon prsiden dari yang tersedia. Ia tidak setuju dengan pilihan ketiga, yaitu golput. Pasalnya, justru akan memuluskan kelanggengan status quo. "Pilihan Golput justru akan membongkar demokrasi," kata Didik. Kecuali, katanya, bila kedua calon presiden sudah diketahui sangat korup dan tidak dapat diharapkan.
Indra Darmawan - Tempo News Room
INDEKS BERITA LAINNYA :
|