Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Menteri Pariwisata Ajak Pelaku Wisata Melawan Teroris
Jum'at, 10 September 2004 | 21:57 WIB

TEMPO Interaktif, Solo:Menteri Negara Pariwisata dan Budaya I Gede Ardika mengajak khususnya pelaku pariwisata di Indonesia untuk melawan teroris. Melawan teroris bukan dengan cara yang sama dilakukan oleh teroris tetapi dengan pantang menyerah dan pantang mundur untuk selalu bangkit dengan mengutamakan kebersamaan dan kedamaian antar bangsa.

"Dalam melawan teroris kita harus menjunjung tinggi kebersamaan dan kedamaian antar bangsa negara. Dengan cara seperti ini pasti mereka orang yang tidak beradab itu akan menyerah," kata Ardika saat membuka membuka Bengawan Solo Fair (BSF) ke VII di Pura Mangkunegaran, Solo, Jumat (10/9) sore.

Ardika mengatakan Bangsa Indonesia tidak boleh menyerah dan mundur karena perbuatan biadab teroris seperti dengan melakukan di depan Kedubes Australia di di Jakarta, Kamis (9/9) kemarin. Menyerah dan mundur justru merupakan suatu hal yang diinginkan oleh teroris, Ardika menyerukan semua pihak untuk tetapi bangkit sebagai bentuk perlawanan terhadap terorisme.

Dalam kesempatan itu, Ardika juga mengutuk pengeboman yang menewaskan sembilan orang tersebut. Perbuatan tersebut merupakan tindakan yang hanya dapat dilakukan oleh orang tidak punya peradaban. "Semua unsur pariwisata dan seluruh bangsa Indonesia harus mengedepankan nilai-nilai luhur dalam melawan teroris tersebut," kata Ardika.

Ardika memuji penyelenggara BSF 2004 yang sama sekali tidak terpengaruh dengan perbuatan teroris tersebut. Hal itu menunjukkan bahwa bangsa Indonesia memang menginginkan untuk tetap maju. Keberhasilan penyelenggaraan pameran tersebut membuktikan Solo tetap aman. BSF merupakan kegiatan pameran industri pariwisata yang diselenggarakan hingga 3 Oktober mendatang.

"Hal seperti ini perlu dicontoh untuk meningkatkan harkat bangsanya, tanpa mempedulikan godaan-godaan. Keberhasilan BSF juga membuktikan kalau Solo tetap aman," tandas Ardika.

Imron Rosyid - Tempo News Room

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Korban yang Dirawat di RS MMC Tinggal 16 Orang
Pelaku Bom Braga Ditangkap
Polda Jawa Barat Kerahkan 14 Ribu Personil
Polisi Nyaris Menangkap Azahari dan Noor Din Moh Top di Cengkareng
Kedutaan Australia Tidak akan Dipindahkan
Bom Memakai 200 Kg Potassium Chloride
MK: Pelaku Bom Kedubes Australia Diancam Hukuman Mati
Tingkat Kunjungan Wisatawan Asing di Bali Menurun
Menko Polkam: Bom Kuningan Belum Terkait Pemilu
Konsulat Australia dan AS di Denpasar Tutup
> selengkapnya...


Referensi

Kronologi Kasus Abdul Jabar
Perjalanan Ali Gufron
Kronologi Kasus Imam Samudra.
Jenderal Laskar Istimata
Rangkaian Pencabut Nyawa
Imam Samudra: ”Demi Allah, Tak Akan Selesai”
InpresRI No. 5 Thn 2002 (kepada Kepala Badan Intelijen Negara sehubungan dengan terorisme)
Inpres RI No. 4 Thn 2002 (kepada Menteri Negara Koordinator Bidang Politik dan Keamanan sehubungan dengan terorisme)
UU RI No.15 Thn 2003 Tentang Penetapan PERPU 1/2002 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, Menjadi Undang-Undang
> selengkapnya...

Website

Majelis Mujahidin Indonesia
Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta
Kepolisian Republik Indonesia
Departemen Luar Negeri


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< September,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data