Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Bom Memakai 200 Kg Potassium Chloride
Jum'at, 10 September 2004 | 17:14 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Kepala Kepolisian Federal Australia Mick Keelty mengungkapkan, bom yang meledak di depan Kedutaan Australia menggunakan bahan baku sekitar 200 kilogram potassium chloride. "Bahan kimia yang digunakan sama dengan bom Bali dan hotel JW Marriott," ujar Keelty dalam acara jumpa pers di Hotel Borobudur, Jumat (10/9).

Dia menambahkan, ada banyak kesamaan antar bom Kuningan dengan bom Bali dan Marriott dalam hal serpihan bom dan modus operandi yang digunakan.

Dalam kesempatan yang sama Menteri Luar Negeri Alexander Downer mengungkapkan, pihak kepolisian Indonesia telah menerima sebuah pesan pendek (SMS) 45 menit sebelum terjadinya ledakan. "Akan ada serangan terhadap kedutaan negara barat," tegas dia mengungkapkan isi SMS tersebut. Namun, berdasarkan SMS itu, tidak ada indikasi serangan bom itu secara khusus ditujukan terhadap kedutaan Australia.

Mengenai rekaman video yang biasa diletakkan di pintu gerbang kedutaan, lanjut Downer, sedang diteliti polisi Indonesia. Mereka, kata dia, berusaha memperoleh informasi dari rekaman video tersebut. Diungkapkannya pihaknya belum bisa memastikan apakah kelompok Jamaah Islamiah terlibat dalam masalah ini.

Pada kesempatan yang terpisah, Menteri Luar Negeri Noer Hassan Wirajuda mengungkapkan penghargaan pemerintah terhadap tawaran kerjasama dan bantuan Australia dalam menangani tragedi bom itu. "Tidak diragukan lagi, serangan teroris ini bertujuan melumpuhkan ketahanan dan kemampuan Indonesia," tegas Wirajuda. Dia menambahkan, serangan ini bertujuan untuk menciptakan rasa permusuhan diantara pemerintah dan rakyat kedua negara.

Namun Wirajuda menegaskan, secara bilateral serangan ini semakin meningkatkan kerjasama Australia dalam memerangi terorisme. "Tidak hanya pemerintah, tapi juga menyatukan kedua rakyat negara dalam menghadapi ancaman bersama," kata Wirajuda.

Faisal - Tempo News Room

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

MK: Pelaku Bom Kedubes Australia Diancam Hukuman Mati
Tingkat Kunjungan Wisatawan Asing di Bali Menurun
Menko Polkam: Bom Kuningan Belum Terkait Pemilu
Konsulat Australia dan AS di Denpasar Tutup
Pembela Ba'asyir Cabut Permohonan Praperadilan
Indeks Berangsur Pulih
Depkes Selesaikan Masalah Pembiayaan Korban Bom
Polisi Belum Berhasil Identifikasi Pelaku Bom
Kapolri: Azahari dan Noordin Top Terus Mobile
Manuela Dipindah Ke Rumah Sakit Singapura
> selengkapnya...


Referensi

Kronologi Kasus Abdul Jabar
Perjalanan Ali Gufron
Kronologi Kasus Imam Samudra.
Jejak Langkah Azahari
Osama Bin Laden
Al-Qaida
InpresRI No. 5 Thn 2002 (kepada Kepala Badan Intelijen Negara sehubungan dengan terorisme)
Inpres RI No. 4 Thn 2002 (kepada Menteri Negara Koordinator Bidang Politik dan Keamanan sehubungan dengan terorisme)
UU RI No.15 Thn 2003 Tentang Penetapan PERPU 1/2002 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, Menjadi Undang-Undang
> selengkapnya...

Website

Majelis Mujahidin Indonesia
Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta
Kepolisian Republik Indonesia
Departemen Luar Negeri


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [6]
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk28 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< September,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data