|
Nasional
Depkes Selesaikan Masalah Pembiayaan Korban Bom
Jum'at, 10 September 2004 | 14:56 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Departemen Kesehatan Mariani Reksoprodjo mengatakan pihaknya sudah menyelesaikan kesalahpahaman dari pihak Rumah Sakit St. Carolus yang membebankan korban bom Kuningan dengan biaya pengobatan sebesar Rp 17 juta tadi malam.
Dia bersama salah satu staf dari Departemen Kesehatan bertemu dengan pimpinan RS St. Carolus untuk menyelesaikan permasalah pembiayaan tersebut.
"Masalah biaya pengobatan seluruhnya menjadi tanggung jawab Departemen Kesehatan. Korban yang tadinya dibebani biaya tersebut sudah selesai kami tangani tadi malam," ujarnya kepada Tempo, Jumat (10/9).
Mekanisme dari pembiayaan pengobatan korban bom Kuningan adalah dengan cara pihak rumah sakit menyerahkan klaim kepada Depkes, dan pasien tidak perlu mengetahui apakah biaya sudah dibayarkan oleh Depkes, hingga akhirnya bisa keluar dari rumah sakit tersebut.
Ia juga mengatakan sebelumnya ada laporan dari keluarga korban yang diharuskan membayar Rp 1 juta untuk mengambil jenazah dari rumah sakit RSCM.
"Kami sudah berbicara dengan pihak RSCM untuk tidak membebani pihak korban bom dengan biaya-biaya seperti itu," katanya. Ia juga mengatakan, uang yang sudah diberikan korban kepada RSCM tersebut nantinya akan diganti secara utuh oleh Depkes.
Kejadian-kejadian seperti kesalahpahaman antara Depkes dan pemerintah daerah (rumah sakit) yang terjadi disayangkan Mariani. Ia menyatakan bahwa Menteri Kesehatan sangat reaktif akan peristiwa bom Kuningan tersebut.
Menteri Kesehatan, katanya, langsung membuat surat edaran untuk setiap rumah sakit yang menjadi rujukan bagi korban bom untuk membebaskan seluruh biaya pengobatan. Jika memang masih ada kendala seperti itu pasien dapat menghubungi nomor telepon Departemen Kesehatan (Pusat Penanggulangan Masalah Kesehatan) yang dapat dihubungi sewaktu-waktu adalah 5201591, 5265043 atau faksimili dengan nomor 5201591 dan 5271111, serta nomor HP yang bisa dihubungi adalah 0811828841 (Meinarwati).
Upaya yang telah dilakukan pusat penanggulangan masalah kesehatan dalam membantu penanganan korban akibat bom Kuningan adalah evakuasi korban, memberikan pelayanan rawat jalan, dan rawat inap bagi korban luka ringan hingga luka berat termasuk tindakan operasi di rumah sakit.
Selain itu memonitor perawatan korban di rumah sakit dan menyiapkan bantuan obat dan bahan habis pakai untuk rumah sakit bila sewaktu-waktu diperlukan.
Data jumlah korban luka akibat bom Kuningan sejumlah 180 orang diungkapkan Doti Indrasanto, Kepala Pusat Penanggulangan Masalah Kesehatan Sekjen Departemen Kesehatan melalui siaran pers yang dikeluarkan Jumat (20/9) di Departemen Kesehatan.
Berikut Data Jumlah Korban yang Dirawat di Rumah Sakit
Rumah Sakit MMC:
- Rawat jalan = 86
- Rawat inap = 19
Total = 105
Rumah Sakit Angkatan Laut Mintohardjo
- Rawat jalan = 2
- Rawat inap = 1
Total = 3
Rumah Sakit Jakarta
- Rawat jalan = 13
- Rawat Inap = 1
Total = 14 (1 rujukan dari RS Mata Aini)
Rumah Sakit Medistra
- Rawat jalan = 5
- Rawat inap = 6
Total = 11 (2 rujukan dari RS MMC)
Rumah Sakit Tebet
- Rawat jalan = 3
- Rawat Inap = -
Total = 3
Rumah Sakit Mata Aini
- Rawat jalan = 19
- Rawat inap = 2
Total = 21
RSCM
- Rawat jalan = -
-Rawat inap = 5
Total = 5 (3 rujukan dari RS Mata Aini)
RSJ Harapan Kita
- Rawat jalan = -
- Rawat inap - 1
Total = 1 (1 rujukan dari RS MMC)
Rumah Sakit St. Carolus
- Rawat jalan = 3
- Rawat inap = 1
Total = 4 (1 rujukan dari RS Mata Aini)
RSPAD Gatot Subroto
- Rawat jalan = -
- Rawat inap = 1
Total = 1
RS Agung
- Rawat jalan = 4
- Rawat inap = 1
Total = 5 (1 rujukan dari RS MMC)
RS Mitra Internasional
- Rawat jalan = 6
- Rawat inap = 1
Total = 7 (1 rujukan dari RS MMC)
Jumlah rawat jalan = 141
Jumlah rawat inap = 39
Jumlah total korban luka = 180
RR Ariyani
INDEKS BERITA LAINNYA :
|