Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Polisi Belum Berhasil Identifikasi Pelaku Bom
Jum'at, 10 September 2004 | 14:39 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Sampai siang ini polisi belum berhasil mengidentifikasi potongan tubuh atas tiga korban yang diduga pelaku pemboman. Potongan tubuh itu sedang dirangkai di RS Polri.

"Bagian tubuh yang terpental jauh sekarang sedang kita lakukan penyatuan, di samping kita combine dengan darah yang terdapat di potongan tubuh di kendaraan Daihatsu," kata juru bicara Mabes Polri Irjen Pol. Paiman kepada wartawan usai salat Jumat (10/9) di Mabes Polri. Mobil Daihatsu adalah kendaraan yang digunakan pelaku untuk meledakkan bom.

Selain itu, polisi juga masih memeriksa sejumlah saksi yang melihat kendaraan Daihatsu hijau yang berhenti tepat di depan pos pemeriksaan Kedubes Australia kemarin siang sekitar pukul 10.30 WIB.

Dari rekaman pada CCTV, polisi sedang memproses asal datangnya mobil itu. "Itu kan tidak direkam secara keseluruhan, itu di jalan letaknya, tidak di dalam kompleks, di luar pagar. Makanya kita tunggu hasilnya," kata Paiman.

Polisi tidak dapat membuat sketsa wajah para pelaku, karena wajah korban diduga telah hancur. "Bagaimana bikin sketsa wajah, orang itu hancur," kata dia.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Pol. Da'i Bachtiar enggan memberikan keterangan pers usai salat Jumat, karena sudah menyampaikan pernyataan di Teuku Umar. "Nanti yang terbaru pukul 4," kata dia kepada wartawan yang sudah menunggu di masjid Mabes Polri. Ia akan bertemu Kepala Kepolisian Australia Komisioner Mick Keelty.

Menurut polisi, pelaku peledakan bom di depan Kedutaan Besar Australia mengirimkan surat kepada keluarga untuk siap bunuh diri dan telah disumpah untuk melakukan pemboman.

"Mereka sudah membuat surat kepada keluarganya untuk siap dan dibaiat untuk melakukan pemboman oleh tersangka yang kita cari, yaitu Dr A dan N," kata Paiman. Inisial A adalah untuk Dr Azhari dan N adalah untuk Noordin M Top.

Martha Warta

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Kapolri: Azahari dan Noordin Top Terus Mobile
Manuela Dipindah Ke Rumah Sakit Singapura
FKPI: Bom di Kedubes Australia Berpotensi Dipolitisasi
Downer Temui Megawati
Australia Akan Menghimpun Dana untuk Korban Bom Kuningan
Australia Menutup Konsulatnya di Bali
Presiden AS Sampaikan Simpati untuk Korban Bom Kuningan
Polisi Australia: Polanya Sama dengan Bom Bali dan Marriott
Sembilan Tewas, 182 Luka-luka Akibat Bom Kuningan
Kapolri: Bahan Ledakan Jenis TNT dan Sulfur
> selengkapnya...


Referensi

Jejak Langkah Azahari

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< September,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data