|
Nasional
Kapolri: Azahari dan Noordin Top Terus Mobile
Jum'at, 10 September 2004 | 12:55 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Polisi sudah menemukan jejak dua pakar bom yang terkait Jamaah Islamiyah, Dr. Azahari dan Noordin Muhamad Top, di salah satu rumah kontrakan di daerah Cengkareng, Tangerang, Banten, sekitar sebulan yang lalu. Kapolri Jenderal Polisi Da'i Bachtiar mengatakan, waktu polisi datang ke kontrakan tersebut, dua orang ini sudah meninggalkan tempat itu tiga hari sebelumnya. Berdasarkan ciri-ciri yang digali polisi dari berbagai informasi, orang itu mirip dengan Azahari dan Noordin.
Namun, menurut Kapolri, dua orang tersebut yang menjadi target utama polisi terus bergerak. Setelah upaya penangkapan di Bandung beberapa waktu lalu yang gagal, polisi sempat menemukan jejak mereka di Surabaya. "Mereka terus bergerak. Sehingga kalau saya katakan di mana tepatnya, ya mereka bergerak terus," papar Kapolri kepada wartawan usai menampingi Presiden Megawati bertemu dengan Menteri Luar Negeri Australia Alexander Downer di kediaman Presiden, Jalan Teuku Umar Jakarta, Jumat (10/9).
Soal bom di depan Kedutaan Australia kemarin, dari ciri-ciri ledakan, menurut Kapolri, sangat mirip dengan bom JW Marriott dan bom Bali. Sehingga, diduga pelakunyapun berasal dari kelompok yang sama. Selama ini, polisi terus mengejar sisa-sisa pelaku bom Bali dan bom Marriott yang belum tertangkap, terutama Azahari dan Noordin. Namun, kata Kapolri, polisi masih belum dapat memastikan siapa pelaku sebenarnya dari bom Kuningan. "Kita harus melihat hasil olah TKP sampai dengan keterangan saksi-saksi," katanya.
Kapolri membantah polisi telah lalai, sehingga kejadian seperti ini terulang. Kapolri mengatakan, polisi telah mendeteksi adanya ancaman-ancaman terhadap target-target tertentu, mulai dari hari Bhayangkara bulan Juli lalu, Markas Besar Polri, Kedutaan Amerika Serikat, dan Australia, serta Bandara Soekarno-Hatta. Sebagai bukti langkah-langkah antisipasi polisi, polisi misalnya telah meningkatkan penjagaan terhadap Kedutaan Amerika Serikat dan Australia. "Anda lihat truk polisi itukan, itu antisipasi penyerangan, dan memang betul ada serangan. Ada tiga anggota kami luka berat," katanya.
Sapto Pradityo - Tempo News Room
INDEKS BERITA LAINNYA :
|