|
Nasional
Hendro Priyono : Intelijen Sudah Bekerja Maksimal
Kamis, 09 September 2004 | 20:42 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), A.M. Hendro Priyono membantah tudingan bahwa intelijen tidak bekerja secara maksimal utnuk mengantisipasi terjadinya ledakan bom di depan Kedutaan Besar Australia, Jakarta.
Menurutnya, kemampuan dan kualitas seluruh jajaran intelijen negara sudah bekerja secara maksimal. "Tetapi kita kan tidak bekerja di ruang hampa," katanya kepada wartawan ketika berkunjung ke RS MMC, Jakarta, pukul 17.30 WIB, Kamis (9/9).
Sebaliknya, Hendro justru menuding pemimpin dan elit politik nasional yang tidak satu dalam memberikan dukungan terhadap langkah-langkah preventif. "Dan selalu saja tidak satu hati dalam memerangi hal-hal seperti ini," ujar Hendro. Menurutnya, kondisi itulah yang menyebabkan bangsa ini selalu dibayang-bayangi teror.
Hendro menuding dua kelompok yang selalu berada di belakang teror selama ini yaitu kelompok radikal dan separatis. Menurutnya, pihak berwenang harus membubarkan organisasi-organisasi radikal dan menangkapi orang-orang yang dicurigai. Selama itu belum dilakukan, menurutnya, kita tidak bisa mencegah hal-hal seperti ini terjadi.
Hendro sendiri tidak bersedia menyebutkan siapa kelompok radikal yang dimaksud. "Jangan terlalu pagi. Baru kejadian tadi. Kita akan usut," janjinya.
Mengenai pernyataan Kapolri, Da?i Bachtiar, bahwa Nurdin M. Top dan Dr. Azahari yang berada di belakang teror ini, Hendro menyatakan kemungkinan benar.
Tito Sianipar - Tempo News Room
INDEKS BERITA LAINNYA :
|