|
Nasional
Presiden Megawati Minta Masyarakat Tenang dan Waspada
Kamis, 09 September 2004 | 19:25 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden Megawati Soekarnoputri meminta seluruh masyarakat Indonesia untuk tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan diri dan lingkungannya, akibat ledakan bom di Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (9/9).
Presiden juga mengutuk keras tindakan pemboman ini dan merencanakan akan membicarakan masalah ini dengan Perdana Menteri Australia John Howard.
"Saya meminta masyarakat Indonesia untuk tetap tenang, waspada, dan menjaga keamanan," kata Presiden kepada wartawan, usai menjenguk korban ledakan bom di Rumah Sakit MMC, Jakarta, Kamis (9/9) sore.
Presiden juga meminta kepada seluruh komponen masyarakat, termasuk pers dan media massa, agar bersama-sama menyelesaikan masalah ini. Karena, menyangkut kepentingan bersama dan seluruh bangsa Indonesia.
Presiden mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk bersatu-padu memerangi aksi-aksi terorisme di negara ini. Tanpa bantuan seluruh masyarakat, kata Mega, tentu saja pemerintah kesulitan mencegah aksi terorisme ini. "Karena kita tidak tahu siapa mereka, kapan akan terjadi," katanya.
Menurut Mega, aparat keamanan tentu saja kesulitan bila harus sendirian bekerja mendeteksi segala kemungkinan yang bakal terjadi. Pemerintah, kata Presiden, tentu saja sangat membutuhkan bantuan masyarakat untuk bisa selalu waspada melihat lingkungannya. "Melihat mereka yang patut dicurigai," katanya.
Mega mengatakan masalah keamanan ini sangat penting saat bangsa Indonesia bersiap-siap menjalankan pemilihan presiden putaran kedua pada tanggal 20 September nanti.
Presiden juga menyatakan pemerintah Indonesia mengutuk keras tindakan pemboman ini. "Karena seperti yang kita lihat, begitu banyak korban yang tidak berdosa," katanya.
Megawati menambahkan tindakan ini merupakan aksi terorisme, sebagaimana yang telah terjadi beberapa kali di Indonesia. "Maka kita patut memerangi terorisme, seperti yang telah dilakukan pemerintah RI selama ini," katanya dengan wajah penuh kegeraman.
Dia juga menyatakan, akan membicarakan kejadian ini dengan Perdana Menteri Australia John Howard.
Presiden Megawati tiba di tempat kejadian sekitar pukul 16.00 WIB. Dia datang didampingi sejumlah menteri di Kabinet Gotong-Royong, yaitu Menko Polkam ad interim Hari Sabarno, Menko Perekonomian Dorodjatun Koentjoro-Jakti, Menko Kesra Malik Fajar, Kapolri Jendral Pol. Da'i Bachtiar, Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda, dan Menteri Kesehatan Achmad Sujudi. Tampak pula mendampingi suami Presiden, Taufik Kiemas, dan putrinya Puan Maharani.
Presiden berjalan kaki bersama rombongan, menghampiri pusat ledakan, di jalan depan Kedubes Australia yang telah ditutupi tenda. Selanjutnya, Presiden memasuki gedung Kedubes didampingi sejumlah staf kedutaan itu. Setelah itu, dengan berjalan kaki, Presiden mengunjungi korban ledakan bom yang dirawat di RS MMC sekitar dua blok dari gedung kedutaan.
Tak lama setelah Presiden meninggalkan lokasi kejadian, terlihat pasangan wakil presidennya, Hasyim Muzadi, mengunjungi RS MMC. Tanpa menarik perhatian sekitarnya, tak lama berselang Kepala BIN AM Hendropriyono juga memasuki rumah sakit itu.
Yura Syahrul - Tempo News Room
INDEKS BERITA LAINNYA :
|