Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Hasyim: Bom Kuningan Persulit Posisi Indonesia di Mata Internasional
Kamis, 09 September 2004 | 19:12 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Peristiwa peledakan bom didepan Kedutaan Besar Australia dinilai akan semakin mempersulit posisi Indonesia dalam hubungan internasional. Calon wakil presiden Hasyim Muzadi mengatakan, peristiwa ini tidak hanya berdampak politis, tetapi juga akan berpengaruh dalam hubungan ekonomi dan hubungan Indonesia dengan negara lain. Untuk mengantisipasi dampak tersebut, Hasyim meminta pemerintah segera memberikan penjelasan kepada negara-negara sahabat dan kepada masyarakat.

"Yang pasti, masalah ini akan semakin menyulitkan pemulihan Indonesia yang sekarang masih dalam multi dimensi," kata Hasyim kepada wartawan usai membesuk para korban di Rumah Sakit MMC Jakarta, Kamis (9/9). Khusus untuk Australia, dia mengatakan, pemerintah perlu penjelasan khusus. Hal ini semua diperlukan untuk menegaskan sikap Indonesia yang anti terhadap tindakan terorisme seperti ini.

Hasyim sendiri mengutuk tindakan terorisme ini. Menurutnya, tidak ada alasan apapun untuk membenarkan tindakan dengan sengaja dan terencana menghilangkan nyawa dan menciderai orang-orang yang tidak bersalah. Dia berharap, aparat kepolisian segera mengungkap pelaku dan motif tindakan ini.

Paling tidak, menurut Hasyim, ada dua motif yang mungkin mendasari tindakan teror ini. Motif pertama, yang bersifat strategis, terkait dengan persoalan-persoalan aktual saat ini. Misalnya, persoalan ekonomi atau pemilihan presiden. Motif kedua, terkait dengan persoalan ideologi. Misalnya yang berhubungan dengan idieologi atau agama tertentu. Hasyim mengatakan, akan perlu penanganan yang berbeda untuk setiap motif.

Berulangnya aksi teror seperti ini, menurut Hasyim, menunjukkan adanya kelemahan di tubuh kepolisian dan institusi yang bertanggung jawab atas keamanan lainnya. "Saya kira bukan kecolongan. Kalau kecolongan itu, masa berkali-kali terjadi," katanya.

Sapto Pradityo - Tempo News Room

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Jalur Rasuna Said Menuju Imam Bonjol Dibuka Kembali
Pelaku Diperkirakan Menggunakan Suzuki Carry
Al Mukmin: Wajar Jika Australia Menilai JI di Belakang Pemboman
BEJ Tidak Hentikan Perdagangan
BI: Kurs Rupiah Stabil
Sutiyoso: Biaya Korban Bom Ditanggung Pemerintah
Megawati Tinjau Lokasi Ledakan
Pengamat: Indonesia Menjadi Semakin Berisiko
Bahan Bom Kedubes Australia Diduga Berasal dari Semarang
HMI Minta Australia Tidak Terburu-buru Tuding Jamaah Islamiyah
> selengkapnya...


Referensi

Kronologi Kasus Abdul Jabar
Ledakan di Jakarta 2003
Bom di Jalan Soekarno-Hatta Pekanbaru
Ciri Khas Bom Kelompok Hambali
Bom Natal 2000
Bom-Bom Hambali
UU RI No.15 Thn 2003 Tentang Penetapan PERPU 1/2002 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, Menjadi Undang-Undang
PP RI No.24 Thn.2003 Tentang Tata Cara Perlindungan Terhadap Saksi, Penyidik, Penuntut Umum, Dan Hakim Dalam Perkara Tindak Pidana Terorisme
> selengkapnya...

Website

Kepolisian Republik Indonesia


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [3]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< September,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data