Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

SBY-Kalla Kembali Unggul Dalam Jajak Pendapat
Kamis, 09 September 2004 | 15:01 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pasangan calon presiden Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla kembali mengungguli pasangan Megawati Soekarnoputri-Hasyim Muzadi dalam jajak pendapat.

Survei yang dilakukan Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) menunjukkan SBY-Kalla akan dipilih 55,9 persen masyarakat dibanding Megawati-Hasyim yang hanya akan dipilih 28,7 persen masyarakat. Sementara yang belum mengambil keputusan masih 14,5 persen dan satu persen lagi memilih golput.

Menurut Wakil Direktur LP3ES Enceng Sobirin Nadj, hal ini menunjukkan mesin politik partai seperti yang digalang melalui Koalisi Kebangsaan tidak berjalan efektif. "Masyarakat tidak lagi peduli dengan apa yang dilakukan elite politik," kata Enceng kepada wartawan di Jakarta, Kamis (9/9).

Survey LP3ES ini dilakukan dengan metode wawancara langsung dan melibatkan 2.525 responden yang dipilih secara acak dari seluruh daerah. Pengumpulan data dilakukan dari 20-30 Agustus lalu. Tingkat kepercayaan survei ini mencapai 95 persen, dengan tingkat kesalahan 2 persen.

56,2 persen responden mengakui lebih menyukai Yudhoyono, hanya 30 persen yang mengaku lebih menyukai Megawati. Yudhoyono juga dianggap oleh 51,9 persen responden lebih mampu menyelesaikan persoalan bangsa dibanding 27,7 persen yang beranggapan Megawati lebih mampu. Selain itu, Yudhoyono juga dianggap lebih mempunyai kejelasan rencana kerja dibandingkan Megawati.

Namun, menurut Enceng, tidak berarti setiap responden yang menyukai Yudhoyono atau Megawati akan mempunyai pilihan yang sama saat memilih calon presiden. Bisa jadi mereka lebih memilih calon lain yang dinilai lebih mampu menyelesaikan persoalan bangsa.

"Jadi ada kemungkinan seseorang memilih calon yang tidak disukai karena dianggap lebih mampu," kata Enceng.

Enceng mengatakan, kemungkinannya sangat kecil Megawati akan berbalik mengungguli Yudhoyono sekalipun suara yang belumj menentukan pilihan masih sekitar 14,5 persen. Pasalnya, dari jajak pendapat ini, paling tidak 81,6 persen mengaku tidak akan mengubah pilihannya dan hanya 18,6 persen yang mengaku masih dapat mengubah pilihan. "Kerja Koalisi Kebangsaan hanya kecil pengaruhnya," katanya.

Pengumuman daftar kabinet pun dinilainya juga tidak akan banyak menolong suara Megawati. Meskipun, hal itu tetap dinilainya positif untuk menunjukkan siapa saja orang-orang yang nanti akan duduk dalam pemerintahan dan bertanggung jawab terhadap program pemerintah.

Dilihat dari asal partai yang dipilihnya dalam pemilihan calon legislatif lalu, ternyata 70 persen suara Partai Golkar justru ke Yudhoyono. Yudhoyono juga masih mendapat 70,7 persen suara PKB, 53,8 persen suara PPP, 70,2 persen pendukung PAN, 66,7 persen suara PBB dan 72,4 persen pemilih PBR. Namun suara PDIP ternyata masih cukup solid, karena 78,9 pemilih PDIP tetap memberikan dukungannya kepada Megawati.

Dari kelompok agama, Yudhoyono juga masih menangguk 58,3 persen suara Nahdlatul Ulama dan 60,9 persen suara warga Muhammadiyah. Enceng mengatakan, hal ini membuktikan suara pemimpin agama seperti Gus Dur yang beberapa kali tampak "berkampanye" bersama Yudhoyono jauh lebih efektif dibanding mesin partai.

Dalam jajak pendapat sebelumnya yang dilakukan The Soegeng Sarjadi Syndicate, Yudhoyono juga unggul di atas Megawati. Hasil jajak pendapat mereka memprediksikan SBY-Kalla akan menang tipis dalam kompetisi pemilihan presiden tahap kedua dengan perolehan suara 41,3 persen sementara Mega-Hasyim memperoleh suara 34,68 persen. Siasanya, sekitar 24,02% persen memilih golput.

Sapto P.

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pesantren Ummu Shabri Kendari Dikirimi Ratusan Selebaran Negatif SBY-JK
PBR Belum Putuskan Gabung Fraksi PPP atau Reformasi
PKS Garap Pemilih Amien Rais di Aceh
Jelang Pilpres Kedua, Polda Akan Gelar Pasukan
Kalla Nilai Peringatan Akbar Basi
Ketua PPP Sultra Jadi Koordinator Koalisi Kerakyatan
Pramono Anung: Siapapun Boleh Menyampaikan Keberhasilan Pemerintah Sekarang
Besok, Pelantikan Anggota DPRD Makassar
Hasyim Tidak Khawatirkan Sepak Terjang SBY di Kantong NU
Presiden Resmikan Belasan Proyek di Sulteng
> selengkapnya...


Referensi

Jadwal Pemilu 2004 untuk Presiden dan Wakil Presiden
Jadual Pemilu 2004 untuk DPD, DPR dan DPRD
Profil Megawati Soekarnoputri
Profil Susilo B. Yudhoyono
Profil Jusuf Kalla
Keputusan KPU tentang Kampanye Pemilu Presiden dan Wakil Presiden
PP RI No. 9 Tahun 2004 Tentang Kampanye Pemilihan Umum Oleh Pejabat Negara
PP RI No. 51 Tahun 2001 Tentang Bantuan Keuangan Kepada Partai Politik
> selengkapnya...

Website

Mahkamah Konstitusi
Situs Hamzah Haz
Situs Wiranto
Situs PKS di Belanda
Situs PKS di Jepang
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< September,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data