Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

4 Korban Bom Kuningan Meninggal Dunia
Kamis, 09 September 2004 | 14:05 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Empat korban ledakan bom Kuningan meninggal dunia. Saat ini jenazah mereka masih berada di Rumah Sakit MMC Kuningan. Keempat orang ini berjenis kelamin laki-laki, mereka adalah Mukotir, Anton Sujadi, Suryadi dan seorang belum terindentifikasi.

Menurut Maria Teresia, kepala Departemen Pelayanan RS MMC, ketiga korban meninggal ketika sudah berada di rumah sakit MMC. Sementara satu orang lagi meninggal saat dirawat di rumah sakit ini. Salah seorang korban yang meninggal Anton Sujadi terlihat mengenakan baju satpam dengan badge kedutaan Besar Australia.

Teresia mengatakan saat ini rumah sakit MMC menampung sekitar 108 korban ledakan bom Kuningan. "Tapi kita belum rinci karena ada beberapa nama yang double dalam daftar kami," kata Maria.

Menurut Maria, para korban ini ditampung berdasarkan klasifikasi luka yang diderita. Untuk luka ringan ditampung di ruang-ruang biasa luka yang agar berat ditampung di ruang gawat darurat. "Ada sembilang orang yang berada di ruang operasi," katanya.

Maria mengatakan, dari seluruh korban di MMC hanya ada satu orang warga negara asing, itupun berasal dari Asia. "Tidak ada warga Australia di sini," katanya.

Di RS MMC terlihat kesibukan menangani korban bom Kuningan. Ruang lobi terisi para korban dengan luka ringan dengan balutan dan tempelan perban di beberapa bagian tubuh. Sebuah ruang rapat di basement menjadi tempat perawat beberapa korban yang mengalami luka.

Salah seorang korban Michelle, 22 tahun, bercerita saat itu dirinya sedang mengikuti rapat di kantornya yang berada di gedung Gracia di seberang gedung Kedutaan Besar Austalia. Sekitar pukul 11.00 WIB tiba-tiba ia mendengar bunyi ledakan. Seketika itu ia melihat ke kaca dan tiba-tiba pecahan kaca dan hembusan hawa panas menghempasnya. "Saya masih sadar tapi muka saya penuh darah," kata Michelle. Michelle mengaku saat itu masih bisa melihat jalanan Kedubes Australia dari tempat ia bekerja.

Multazam - Tempo News Room

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

PM Howard: Ledakan Kemungkinan Berasal dari Bom Mobil
Biaya Perawatan Korban Ditanggung Pemerintah
Pemerintah Australia Keluarkan Travel Warning ke Indonesia
Aa Gym Kecam Pemboman di Kedubes Australia
Menlu Australia ke Jakarta
Banyak Korban di Kedutaan Besar Australia
PM Australia: Informasi Akan Adanya Serangan, Sudah Diterima Beberapa Hari Lalu
Saksi Korban: Kejadian Begitu Cepat
Perwakilan Indonesia di Australia Tunggu Sikap Pemerintah Setempat
Bom Di Kedubes Australia
> selengkapnya...


Referensi

Kronologi Kasus Abdul Jabar
Perjalanan Ali Gufron
Kronologi Kasus Imam Samudra.
Osama Bin Laden
Al-Qaida
Pengejaran Dr. Azahari dan Noordin Mohamad Top
InpresRI No. 5 Thn 2002 (kepada Kepala Badan Intelijen Negara sehubungan dengan terorisme)
Inpres RI No. 4 Thn 2002 (kepada Menteri Negara Koordinator Bidang Politik dan Keamanan sehubungan dengan terorisme)
UU RI No.15 Thn 2003 Tentang Penetapan PERPU 1/2002 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, Menjadi Undang-Undang
> selengkapnya...

Website

Majelis Mujahidin Indonesia
Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta
Kepolisian Republik Indonesia
Departemen Luar Negeri


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< September,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data