|
Gus Dur dan Wiranto Ikut Berduka atas Meninggalnya Munir
Selasa, 07 September 2004 | 00:09 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Mantan presiden Abdurrahman Wahid menyatakan rasa belasungkawanya atas meninggalnya pejuang hak asasi manusia, Munir. Hal ini diungkapkan Wahid, yang akrab disapa Gus Dur, kepada wartawan di Jakarta, Selasa (7/9) malam.
Menurut Gus Dur, almarhum termasuk salah seorang teman baiknya. "Di antara pejuang demokrasi, dia yang paling terkemuka," tambahnya. Gus Dur tetap yakin bahwa setelah Munir akan lahir pejuang HAM yang baru. "Kalau kita mencintai Munir, perjuangannya harus diteruskan," tandasnya.
Di mata Gus Dur, Munir adalah sosok yang sederhana dan tidak pernah tergoda kemewahan hidup. "Dia selalu menolong orang," tambahnya. Gus Dur juga kagum atas kegigihan serta kepandainnya dalam bidang hukum. "Tidak banyak yang tahu kalau Munir ahli undang-undang," tandas Gus Dur.
Mantan calon presiden, Wiranto juga mengungkapkan rasa bela sungkawanya. "Saya mendoakan yang bersangkutan di terima dan perjuangannya berlanjut dengan rambu yang sudah ada," tandasnya.
Mawar Kusuma - Tempo News Room
INDEKS BERITA LAINNYA :
|