Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Departemen Perindustrian Kesulitan Atur Pembangunan Ritel
Selasa, 07 September 2004 | 21:57 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Departemen Perindustrian dan Perdagangan mengaku kesulitan mengelola laju pertumbuhan ritel-ritel asing di dalam negeri. Demikian juga pengaturan tata ruangnya. Kesulitan ini, kata Menteri Perindustrian, Rini M. S. Soewandi, karena peraturan saat ini tidak mendukung pihaknya untuk bertindak lebih jauh dalam penanganan masalah tersebut.

Sebab, kewenangan pengaturan tersebut, setelah adanya Undang-Undang 22 dan 25 tentang Otonomi Daerah, telah diambil alih oleh daerah. "Sekarang saya mau teriak-teriak, tolonglah bikin jarak, kita harus betul-betul membuat tata ruang antara pasar tradisional dengan pasar itu. Cuma bisa teriak-teriak doang," kata Rini di ruang kerjanya, Jakarta, Selasa (7/9).

Karena kewenangan sudah diserahkan ke daerah, Rini mengatakan, pembangunan ritel tersebut menjadi tidak ada yang membatasi selain pemerintah daerah. Sedang pihaknya hanya bisa mengimbau agar dilakukan keserasian pembangunan ritel dengan pasar-pasar tradisional.

Menurut Rini menjamurnya perkembangan ritel saat ini, terutama ritel asing, akibat disepakatinya perdagangan bebas dalam negoisasi dengan IMF. Dalam negoisasi tersebut Indonesia megabulkan permintaan IMF untuk memberlakukan perdaganagn bebas seluas-luasnya. "Akhirnya Indonesia menerima saja. Yang sebetulnya sangat-sangat negatif untuk Indonesia," tegasnya.

Muchamad Nafi – Tempo News Room

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Menperindag Pertanyakan Rencana Ekspor Beras
Deperindag Mengaku Kesulitan Membendung Retail Asing
Petani Keluhkan Merosotnya Harga Tembakau
Rini Dukung Perpanjangan Kuota Ekspor Tekstil
KPEN Minta Hapuskan Larangan Impor
Petani Tembakau Tuntut Pemda dan Pabrik Rokok Beli Hasil Panen
Pemerintah Khawatirkan Pembentukan Zona Perdagangan Bebas Batam
Larangan Masuk Gula Malaysia Resahkan Warga Entikong
Polri dan Pemerintah Bahas Status Gula Ilegal
Keppres Gula Dinilai Mubazir
> selengkapnya...


Referensi

Keppres RI No. 14 Tahun 2004 Tentang Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Kamar Dagang dan Industri
PP RI No. 3 Tahun 2004 Tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara RI Ke Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan ( Persero ) PT. Rajawali Nusantara Indonesia
UU RI No.8 Thn.1999 Tentang Perlindungan Konsumen
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< September,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data