|
Nasional
Todung Mulya Lubis Minta Jenazah Munir Diotopsi
Selasa, 07 September 2004 | 20:22 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Pengacara senior dan aktivis Hak Asasi Manusia Todung Mulya Lubis meminta agar jenazah Munir diotopsi. "Cuma pengen tahu apa penyebab meninggalnya," kata Todung yang sedang berada di Singapura, saat dihubungi melalui sambungan telepon selulernya, Selasa (7/9) malam.
Menurut Todung, dirinya mengusulkan jenazah Munir diotopsi agar masyarakat luas mengetahui penyebab kematiannya. Todung juga telah meminta agar teman-temannya yang sedang berada di Indonesia, untuk menyampaikannya kepada keluarga Munir. "Istrinya sudah setuju," kata Todung.
Todung sendiri menerima kabar meninggalnya Munir pada pukul 14.00 WIB. Munir meninggal dalam perjalanan dari Singapura menuju Belanda, pada pesawat Garuda dengan nomor penerbangan GA 974.
Menurut Todung, Munir adalah sosok seorang pejuang HAM yang tidak pernah takut dan tidak pernah menyerah. "Walau diancam, teror, maupun diintimidasi," katanya. Menurutnya, Munir adalah sosok yang tidak tergantikan dalam proses perjuangan penegakan hak asasi manusia.
Munir juga dinilai sebagai pendobrak mitos-mitos yang selama ini dianggap tidak pernah akan terpecahkan di Indonesia. "Ketika orang hilang tidak bisa diungkap, dia bisa," kata Todung. Termasuk keterlibatan tentara dalam sejumlah pelanggaran HAM, Munir juga bisa membuktikan keterlibatannya.
Menurut Todung, gerakan perjuangan penegakan HAM merasa kehilangan atas kepergian Munir. Tetapi, menurutnya, perjuangan penegakan HAM tidak akan berhenti. "Kawan-kawan akan meneruskannya. Saya tidak ragu sama sekali," tegas Todung.
Tito Sianipar - Tempo News Room
INDEKS BERITA LAINNYA :
|