|
Ekonomi Bisnis
BRI Berminat Ikut Divestasi Bank Permata
Selasa, 20 Juli 2004 | 12:12 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: PT Bank BRI menyatakan minatnya untuk mengikuti program divestasi 71 % saham pemerintah di Bank Permata. "Kami sedang kaji, cuma belum sampai pada keputusan strategis," ujar Direktur Utama BRI, Rudjito kepada wartawan di Jakarta, Selasa (20/7).
Menurut Rudjito, jika Bank BRI membeli Bank Permata, maka akan ada keuntungan karena antara kedua belah pihak bisa saling melengkapi. Dari ukuran bisnisnya, BRI lebih banyak bergerak pada bisnis mikro kecil, Permata bergerak pada bisnis kecil menengah. Kantor BRI lebih banyak terdapat di rural area dan kota kecil, sementara Permata banyak di kota-kota besar. Selain itu, produk BRI adalah lebih banyak berupa kredit komersial, sementara Permata lebih pada konsumer. "Itu kalau dari sisi bisnis, tapi kajian kan bukan hanya itu," tandas Rudjito.
Sebelumnya, PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) telah menetapkan sejumlah persyaratan bagi calon investor yang berminat membeli Permata. Salah satunya adalah bahwa calon investor harus memiliki ekuitas lebih besar dari ekuitas Permata. Saat ini, ekuitas BRI hanya sebesar Rp 11 Trilyun. "Cukup apa engga?" kata Rudjito. Semisal ekuitas tersebut tidak cukup, menurut Rudjito, BRI bisa bergabung dalam suatu konsorsium. Namun dia mengaku, hingga saat ini kajian belum sampai pada tahap itu.
Sementara jika dilihat dari price book value, menurut Rudjito, cukup reasonable. "Cuma yang perlu dikaji, sampai ke tingkat berapa putaran harga," tambahnya. Rudjito mengatakan, pihaknya akan terus melakukan kajian dalam pembelian Bank Permata tersebut.
Mawar Kusuma - Tempo News Room
INDEKS BERITA LAINNYA :
|