Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Swedia Hentikan Pemeriksaan Hasan Tiro
Selasa, 20 Juli 2004 | 09:49 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Kejaksaan Distrik Stockholm menghentikan proses penyidikan terhadap Hasan Tiro. Karena uzur, pemimpin tertinggi Gerakan Aceh Merdeka itu dianggap tidak bisa memberikan kontribusi terhadap proses penyidikan kasus pelanggaran berat hukum internasional yang melibatkan dirinya.

Keputusan itu tertulis dalam surat Kepala Kejaksaan Distrik Stockholm Tomas Lindstrand tertanggal 15 Juli 2004, yang salinannya diperoleh Tempo News Room kemarin. "Investigasi awal terhadap Hasan Tiro sebagai tersangka pelanggaran berat hukum internasional ditutup karena kejahatan tersebut tidak bisa dibuktikan," tulis Lindstrand.

Mengutip keterangan dokter, ia menulis bahwa kondisi kesehatan Tiro tak memungkinkan untuk diperiksa. Dokter dari Rumah Sakit Universitas Huddinge, Ragnhild Rosengren-Lindquist, menyebutkan, kemampuan bergerak Tiro sudah lama sangat terbatas.

Karena penyakitnya itu, menurut Lindstrand, Tiro tak lagi menjalankan kepemimpinan dalam arti sesungguhnya. Berdasarkan hasil pemeriksaan, kepemimpinan gerakan separatis itu telah diambil alih oleh Malik Mahmud dan Zaini Abdullah, dua pentolan GAM di Swedia yang juga menjadi tersangka kasus sama.

Lindstrand tidak bisa dimintai konfirmasi tentang keputusannya itu. Menurut sekretarisnya yang dihubungi melalui saluran telepon internasional dari Jakarta, ia sedang berlibur. "Baru kembali 23 Agustus mendatang," kata sang sekretaris.
Tiro, Malik Mahmud, dan Zaini Abdullah mulai diperiksa sebagai tersangka kasus pelanggaran berat hukum internasional pada 15 Juni lalu. Malik dan Zaini langsung ditahan di Markas Kepolisian Stockholm, sedangkan pemeriksaan terhadap Tiro yang sakit dilakukan di rumahnya.

Tiga hari ditahan, Malik dan Mahmud kemudian dibebaskan. Hakim Pengadilan Huddinge Lars Tomt menolak perpanjangan masa penahanan mereka yang diajukan jaksa. Namun, Lindstrand saat itu menegaskan, investigasi akan terus dilakukan sesuai dengan rencana.

Keputusan terbaru Lindstrand mengagetkan Kedutaan Besar RI di Swedia. Apalagi, Lindstrand dalam surat yang ditujukan kepada Departemen Luar Negeri RI, 29 Juni lalu, masih menyebutkan akan meneruskan penyidikan. Melalui surat kepada Direktur Eropa Barat Retno Marsudi, ia mengakui, pemeriksaan terhadap Tiro dihentikan sementara karena tersangka kelihatan kebingungan. "Bahkan kami pun tidak yakin, apakah dia (Tiro) menyadari saat kami menyerbu rumahnya, 15 Juni lalu," dia menulis.

Pihak GAM di Stockholm menyambut gembira perkembangan ini. "Ini kekalahan bagi Indonesia dan kemenangan bagi GAM," kata juru bicara GAM Bakhtiar Abdullah.

Bakhtiar mengaku, Tiro mengalami stroke dan tidak mampu bicara normal. Pada saat diperiksa, Tiro ia sebut tidak mampu memberi keterangan yang mencukupi.
GAM di Aceh juga menyambut keputusan itu. Panglima GAM Wilayah Peureulak Aceh Timur Ishak Daud bahkan menilai, hal itu membuktikan usaha pemerintah Indonesia untuk menjerat Hasan Tiro sia-sia. "Itu juga membuktikan Wali Nanggroe (sebutan GAM untuk Tiro) tidak bersalah," ujarnya.

Reaksi sejumlah pejabat pemerintah Indonesia masih beragam. Juru bicara Departemen Luar Negeri Marty Natalegawa mengaku sudah mengetahui indikasi keputusan itu dan sudah melakukan antisipasi. Pemerintah RI, kata dia, memahami keputusan itu didasari prinsip hukum yang berlaku secara umum. "Namun, kami akan meminta laporan lebih terperinci melalui jaksa Lindstrand tentang kondisi kesehatan Tiro," ia menjelaskan.

Meski proses penyidikan dihentikan, Marty mengatakan, pemerintah yakin Tiro bertanggung jawab atas segala kesengsaraan di Aceh. Dalam proses pemeriksaan pada 15-17 Juni lalu, menurut dia, Malik dan Zaini secara gamblang telah mengakui bahwa mereka memimpin pergerakan GAM.

Menteri Koordinator Politik dan Keamanan ad interim Hari Sabarno di tempat terpisah mengatakan, pemerintah masih menunggu pemeriksaan terhadap dua petinggi GAM, selain Hasan Tiro. Ia memahami alasan penghentian penyidikan terhadap Tiro. "Yang penting, pemerintah Swedia cukup intensif melakukan penyelidikan. Kalau karena faktor usia penyidikan dihentikan, saya tidak bisa komentar apa-apa," ujarnya.

Menurut Hari, pemerintah tidak akan protes kepada pemerintah Swedia. Alasannya, pemerintah menghormati dan menghargai keputusan kejaksaan negara itu. Hasan Tiro pun warga negara itu.

faisal/sapto p/sunariah/yuswadi


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Penyidikan Hasan Tiro Dihentikan
Diserang GAM, Seorang Tentara Tewas
Kodam Aceh Siapkan Pasukan Patroli Laut
Polisi Swedia Akan Periksa Kembali Hasan Tiro
Polri Siapkan Saksi
DPR : Swedia Tak Serius Hapus Terorisme
Penguasa Darurat Aceh Kecewa Petinggi GAM Dibebaskan
Pengadilan Swedia Lepaskan Petinggi GAM dari Tahanan
Indonesia Akan Kirim Penerjemah ke Swedia
Indonesia Tidak akan Ajukan Ekstradisi Hasan Tiro
> selengkapnya...


Referensi

Operasi Militer di Aceh
Kepres RI No. 97 Thn.2003 Tentang Pernyataan Perpanjangan Keadaan Bahaya Dengan Tingkatan Keadaan Darurat Militer Di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam

Website

Kepolisian Republik Indonesia


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< July,2004>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data