Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Golput Diprediksi Turun Pada Pemilu Presiden Putaran II
Sabtu, 17 Juli 2004 | 15:31 WIB

TEMPO Interaktif, Malang: Jumlah penganut Golongan Putih (Golput) pada putaran I yang mencapai sekitar 20 juta orang diperkirakan akan menurun pada Pemilu Presiden Putaran II. Sebab, masyarakat menganggap putaran II ini partai final sehingga lebih banyak yang merasa terpanggil untuk mencoblos. Selain itu, ajakan Golput dari para elite politik banyak ditentang.

Prediksi ini dikemukan oleh Rektor Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Azyumardi Azra kepada wartawan di sela-sela acara Seminar Nasional bertema "Membangun Jati Diri Bangsa untuk Masa Depan Indonesia" di Gedung Rektorat Universitas Brawijaya Malang, Sabtu (17/7). Selain Azyumardi Azra, turut hadir
sebagai pembicara dalam acara itu adalah Menteri Pendidikan Nasional Malik Fadjar, Budayawan Mubyarto dan mantan rektor UGM, Ichlasul Amal.

Azyumardi Azra menilai sikap Golput secara umum dipandang oleh publik sebagai tindakan yang tidak edukatif. Sekarang ini, tokoh Golput sudah banyak yang ikut memilih, seperti Arief Budiman. "Imbauan untuk Golput sudah tidak populer dan tidak akan mendapat dukungan dari publik. Jika ada elite politik yang menyerukan Golput itu adalah sikap yang tidak produktif. Bertentangan dengan tekad bangsa untuk memperdalam demokrasi," ujarnya.

Menurut Azyumardi Azra, penyebab Golput di Indonesia masih dipertanyakan. "Apakah memang benar-benar karena idiologi atau sikap apatis ataukan karena faktor lain, seperti tidak terdaftar sebagai pemilih?" ujar Azyumardi Azra. Kecenderungan Golput di Indonesia tidak seperti di negara-negara lain, seperti Inggris dan Amerika. Di luar negeri, jumlah Golput memang cukup besar dan penyebabnya karena sikap apatis. "Golput di Indonesia berbeda dengan negara lain."

Di Indonesia, ungkap Azyumardi Azra, Pemilu lebih dari sekadar peristiwa politik namun juga peristiwa sosial kultural. Misalnya, ada TPS yang dihias dan memberikan door price. Contoh lain adalah banyak orang mudik di Jakarta.

Menyoal kemungkinan adanya oposisi, Azyumardi Azra mengatakan melihat siapa yang akan menang. Jika yang menang Mega-Hasyim maka kemungkinan kecil akan terjadi oposisi. Karena kekuatan PDIP di DPR sangat besar. Apalagi, selama ini PDIP sering memakai pola yang lebih akomodatif di DPR. "PDIP sudah berpengalaman bekerjasama dengan partai lain daripada menjalankan oposisi," katanya.

Jika yang menang SBY-JK, kemungkinan terjadinya oposisi akan lebih besar. Apalagi jika pasangan ini tidak mampu mengkomodasi kepentingan-kepentingan partai lain. Gejala tidak mampu mengkomodasi partai lain sudah mulai terlihat dalan diri SBY. Dia menduga, ini karena SBY merasa didukung oleh mesin popularitas daripada mesin kepartaian.

Bibin Bintariadi - Tempo News Room

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Panwaslu Laporkan Kasus Al Zaytun ke Kepolisian
Koalisi Partai Golkar Tidak Akan Libatkan Wiranto
Megawati Mulai Dekati Muhammadiyah
KPU: Pemilu di Al-Zaytun Diulang
Pemerintah dan DPR Tunda Anggaran Tambahan Pilpres Kedua
Panwaslu Temukan Ratusan TPS Fiktif di Jawa Timur
Tim Mega: Pembunuhan Caleg PDIP Bermuatan Politik
DPR Setujui Perpu Pemilu
8.000 Suara untuk SBY Dicoblos Oknum di Tawao
Pemantau Minta Pilpres Tahap II Ditunda
> selengkapnya...


Referensi

Jadwal Pemilu 2004 untuk Presiden dan Wakil Presiden
Apa Kata Megawati Soekarnoputri
Pasangan Calon Presiden-Wakil Presiden
Jadwal Kampanye Pemilu Presiden
Keputusan KPU tentang Kampanye Pemilu Presiden dan Wakil Presiden
PP RI No. 9 Tahun 2004 Tentang Kampanye Pemilihan Umum Oleh Pejabat Negara
PP RI No. 51 Tahun 2001 Tentang Bantuan Keuangan Kepada Partai Politik
> selengkapnya...

Website

Mahkamah Konstitusi
Situs Hamzah Haz
Situs Wiranto
Partai Demokrat
Info Pemilu
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [2]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< July,2004>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data