Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Indonesia Siap Mengantisipasi Pemulangan TKI
Jum'at, 16 Juli 2004 | 17:31 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Sehubungan rencana pemerintah Malaysia yang hendak memulangkan tenaga kerja asing ilegal, termasuk dari Indonesia, pemerintah menyatakan kesiapannya untuk mengantisipasi hal tersebut.

?Perwakilan kita di Malaysia telah mengambil langkah-langkah antisipatif,? ujar Juru Bicara Departemen Luar Negeri Marty Natalegawa dalam acara jumpa pers di kantornya, Jumat (16/7).

Menurut dia, langkah antisipasi yang dimaksud adalah Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur, Malaysia, telah mengirimkan nota diplomatik kepada pemerintah Malaysia.

Kebijakan Malaysia untuk memulangkan tenaga kerja asing ilegal ini dikemukakan Menteri Dalam Negeri Dato Azmi bin Khalid. Pihaknya menilai, keberadaan tenaga kerja ilegal dari berbagai negara itu sudah terlalu banyak dan mengkhawatirkan bagi keamanan dalam negeri Malaysia.

Langkah antisipasi lain yang diambil, lanjut dia, Kedutaan Indonesia telah membentuk suatu satuan yang disebut Quick Respond Unit. Dia menambahkan, satuan ini bertugas melakukan identifikasi masalah, menganalisa perkembangan pelaksanaan kebijakan, dan mengajukan berbagai rekomendasi pemecahan masalah kepada pimpinan.

Di samping itu, Marty menerangkan, perwakilan Indonesia akan melakukan kunjungan ke tempat-tempat pemberangkatan guna memantau keselamatan dan perlakukan aparat terhadap tenaga kerja Indonesia yang akan dipulangkan.

Dia juga menjelaskan, perwakilan Indonesia di Malaysia juga akan menyediakan bantuan hukum dan jasa kekonsuleran, seperti penyewaan pengacara lokal, tenaga penerjemah, kunjungan ke pusat-pusat tahanan, dan menghadiri proses persidangan.

Selain itu, lanjut dia, pemerintah juga akan mempersiapkan Surat Perjalanan Laksana Paspor dan perlengkapan logistik dalam jumlah yang memadai.

Lebih lanjut Marty mengungkapkan, pemerintah meminta dan mengharapkan kerjasama dengan pemerintah Malaysia agar pelaksanaan kebijakan tersebut nantinya tetap memperhatikan dan menghormati hak asasi tenaga kerja Indonesia. Dia menghimbau, minimal dalam waktu tujuh hari sebelum pemulangan, aparat berwenang negeri jiran tersebut harus memberitahukan kepada kantor perwakilan Indonesia.

Marty menyatakan, pemerintah menghimbau agar pemerintah Malaysia menyediakan tim kesehatan di pintu-pintu pemberangkatan tenaga kerja ilegal asal Indonesia. Dikatakannya pula, pemerintah juga meminta kepada Malaysia untuk memberikan akses kepada staf perwakilan Indonesia se-Malaysia.

Dalam kesempatan tersebut, Marty menjelaskan, sasaran utama dari operasi penangkapan terhadap tenaga kerja asing ilegal, yaitu buruh di sektor konstruksi, perkebunan, kedai perniagaan, rumah tinggal, pusat-pusat pertokoan, dan pusat hiburan. ?Mari kita belajar dari pengalaman dua tahun lalu ketika langkah ini dilakukan tanpa koordinasi yang baik akan menimbulkan kesengsaraan yang dalam bagi berbagai pihak,? kata dia mengingatkan kerusuhan yang dilakukan tenaga kerja asal Indonesia.

Faisal ? Tempo News Room

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Menakertrans Perintahkan Cabut SIUP PT AAJ
KBRI Buat SPLP untuk Pulangkan TKI Ilegal
Setiap Minggu 200 TKI Pulang Dari Malaysia
Ditangkap, TKW Dibawah Umur
Peraturan Pemerintah Pusat Tak Lindungi Buruh Migran
80% TKW di Penampungan KBRI Menjadi PSK
Ratusan Buruh Migran Unjuk Rasa
Menteri Tenaga Kerja: Kualitas TKI Tidak Memadai
Amien Rais Jemput TKI
Puluhan PJTKI Ancam Gugat APJATI
> selengkapnya...


Referensi

HAK ASASI BURUH MIGRAN INDONESIA
Istilah-istilah di Ketenagakerjaan
Federasi Serikat Buruh, PJTKI, BPPD dan BP2TKI
UU No. 13 Tahun 2003 Tentang Kentenagakerjaan

Website

Direktorat Jenderal Pembinaan dan Penempatan TKI
PJTKI
Depnakertrans
LSM buruhmigran
Jaringan LSM buruh migran Asia
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< July,2004>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data