|
Nasional
PKS Segera Umumkan Rekomendasi untuk Pilpres Putaran Kedua
Senin, 12 Juli 2004 | 15:18 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Kasak-kusuk pimpinan tiga partai Islam mendukung Susilo Bambang Yudhoyono dalam putaran kedua pemilihan presiden baru komunikasi politik saja. Menurut Ketua Majelis Pertimbangan Partai Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Rahmat Abdullah, pembicaraan antara Partai Kebangkitan Bangsa, PKS dan Partai Persatuan Pembangunan sekedar memenuhi etika politik semata.
Menurut Rahmat ketika dihubungi Tempo News Room melalui telepon pada Senin (12/7) siang, PKS tidak akan terjebak dalam dukung mendukung calon tertentu. Bahkan suara yang diberikan kepada Amien Rais di putaran pertama itu pun hanya berupa rekomendasi agar kader dan konstituen partai itu memilih Amien. Dalam pandangan Rahmat, dukung mendukung calon muaranya akan pada bagi-bagi kekuasaan (power sharing).
"Buat PKS, komunikasi politik hanya bagian dari sopan santun berpolitik, sekedar penjajagan," kata Rahmat mengomentari sejumlah politikus dari PKS, PKB, dan PPP yang sudah menjalin kontak dengan Susilo Bambang Yudhoyono. Dia beralasan, sulit mengalihkan suara konstituen kepada calon lain sesuai rekomendasi partai jika yang bersangkutan sudah menetapkan pilihan mereka, berbeda halnya dengan kader partai.
Dikatakan Rahmat, apapun yang dilakukan para politikus PKS itu, pada akhirnya akan berhenti di lembaga tinggi syuro dan bila perlu dibawa ke Majelis Syuro partai. Artinya, tiap keputusan partai sepenting itu harus melalui pembahasan lembaga tinggi syuro dan majelis syuro terlebih dulu. Pembahasan di lembaga tinggi partai itu, kata dia, terkait hal-hal ideal yang akan dicapai.
Masih menurut Rahmat, yang terpenting bukan pilihan sipil atau militer, tapi apakah pasangan calon presiden dan wapres yang bersangkutan mampu berdiri atas nama kepentingan bangsa dan menolak campur tangan asing.
PKS sendiri, menurut dia, kemungkinan akan menelurkan tiga opsi agar adil. Opsi pertama, mereka akan merekomendasikan Megawati Soekarnoputri meskipun peluangnya sangat kecil. Kinerjanya sebagai presiden tiga tahun terakhir dinilai buruk, memperkecil peluang koalisi itu. Opsi kedua merekomendasikan Yudhoyono. Terakhir, tidak merekomendasikan dua-duanya, menyerahkan pilihan pada masyarakat dan memusatkan kekuatan untuk membangun parlemen yang bersih. "Supaya kami terbebas dari dosa jika kami memilih salah satu calon," kata Rahmat.
Keputusan definitif Majelis Syuro itu, sebisa mungkin akan diberikan secepatnya. Menurut Rahmat, rekomendasi tidak akan turun terlambat seperti pada saat merekomendasikan Amien Rais - Siswono. "Waktu itu, kami dituding partai yang pengecut dan lambat memberikan rekomendasi sehingga tak berpengaruh apapun terhadap konstituennya," katanya.
Istiqomatul Hayati - Tempo News Room
INDEKS BERITA LAINNYA :
|