Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jawa Barat

Tentara Siksa Pemilih di Bandung
Sabtu, 10 Juli 2004 | 20:24 WIB

TEMPO Interaktif, Bandung: Meski pencoblosan pemilihan umum presiden (Pilpres) sudah usai, tapi aksi kekerasan karena kecewa tetap terjadi. Seorang anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) berpangkat sersan satu, Kamis (8/7) malam, memukuli dan mengancam dengan sebilah golok delapan warga pemilih di Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung. Alhasil, para korban babak belur.

"Semua saksi, baik korban atau yang melihat kejadian sedang kami periksa," kata Kepala Satuan Serse Kepolisian Resor Bandung, Inspektur Satu Anisulah kepada TNR di Bandung, Sabtu (10/7).

Menurut Deky Hisyanto, mahasiswa pemantau pemilu yang mendampingi korban, pelaku adalah anggota Bintara Pendamping Desa (Babinsa) bernama Kusnadi. Semula korban tidak mau melaporkan kejadian ini, karena diancam akan dibunuh jika melaporkan kasus ini. "Setelah kasus pemukulan, isteri korban langsung menyembunyikan suaminya yang sudah babak belur," kata Deky. Motif pemukulan dipicu karena kekecewaan Sertu Kusnadi yang tidak tidak menerima warga mencoblos calon presiden non militer.

Mereka yang menjadi korban adalah Ika, Dadang, Nandang dan Karna, warga Kampung Wangunsari, Desa Patrol; Udin, Alif, Ade dan Amo, warga Kampung Rancakole, Desa Pasir Tengah. Kondisi terparah dialami Ika: gendang telinga sebelah kiri rusak karena bogem mentah Babinsa itu tepat mendarat di telingannya. Selain diperiksa, para korban kini dalam pengawalan aparat Polres Bandung.

Kabarnya, pelaku sedang diperiksa di Kodim setempat. Sayangnya, Kapendam III Siliwangi, Letnan Kolonel Bambang Siswoyo, sampai Sabtu petang ini, tidak bisa dimintai konfirmasi. Tapi, keterangannya kepada wartawan di Bandung, Jumat (9/7) malam, menegaskan, TNI bersikap netral dalam pemilu dan tindakan oknum seperti itu harus ditindak tegas.

Menurut Anisulah, kasus ini akan diserahkan ke Polisi Militer pada Senin (12/07). Sementara itu, Ketua Panwaslu Jawa Barat, Adjat Sudrajat mengatakan, kasus ini sepenuhnya diserahkan kepada kepolisian. "Ini masalah pidana," kata Adjat.

Bobby Gunawan - Tempo News Room

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Hampir Seribu TPS di Pasuruan Adakan Penghitungan Ulang
Pelanggaran Pilpres Terjadi di Manokwari dan Jayawijaya
Petugas PPS dan KPPS Diancam Hukuman Penjara
LP3ES Tantang Semua Fihak Verifikasi Hasil Penghitungan Cepat
PPP Jateng Minta Muktamar Luar Biasa
Koalisi Dinilai Tidak Efektif dalam Pilpres Putaran Kedua
Dua Tim Capres Desak KPU Hentikan Perhitungan TI
KPU Anggap Eksodus Pemilih ke Al Zaytun Wajar
Panwaslu Jawa Barat Minta Klarifikasi PPK dan Panwas
Panwaslu Terima 129 Kasus Selama Hari H Pilpres
> selengkapnya...


Referensi

Jadwal Pemilu 2004 untuk Presiden dan Wakil Presiden
Apa Kata Megawati Soekarnoputri
Pasangan Calon Presiden-Wakil Presiden
Jadwal Kampanye Pemilu Presiden
Keputusan KPU tentang Kampanye Pemilu Presiden dan Wakil Presiden
PP RI No. 9 Tahun 2004 Tentang Kampanye Pemilihan Umum Oleh Pejabat Negara
PP RI No. 51 Tahun 2001 Tentang Bantuan Keuangan Kepada Partai Politik
> selengkapnya...

Website

Mahkamah Konstitusi
Situs Hamzah Haz
Situs Wiranto
Kepolisian Republik Indonesia
Partai Demokrat
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [3]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< July,2004>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data