Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Indonesia Prakarsai Pertemuan Internasional Jaminan Produk Halal
Kamis, 01 Juli 2004 | 12:26 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Indonesia yang diwakili oleh Menteri Agama Said Agil Husin Al-Munawar menyelenggarakan pertemuan internasional jaminan produk halal di Hotel Borobudur Jakarta 1-2 Juli 2004. Sehari sebelumnya menteri juga telah mengadakan pertemuan informal dengan 10 orang yang merupakan perwakilan delegasi dari 70 negara di kediamannya Jalan Widya Candra III No.12A Jakarta.

Pertemuan dengan tema "Dengan pertemuan halal internasional, kita satukan organisasi dan sertifikasi halal untuk meningkatkan perekonomian dunia yang lebih adil dan realistis", dihadiri oleh 250 orang. Terdiri dari delegasi lembaga-lembaga sertifikasi halal internasional 50 orang, 50 orang dari peserta daerah (30 provinsi), peserta pusat dari MUI, pelaku usaha, KADIN, dan sektor terkait lainnya sebanyak 170 orang.

Pertemuan ini bermaksud mewujudkan keselarasan visi, misi, dan jaminan produk halal secara internasional. "Selama ini masih ada pembedaan standar halal antara produk Indonesia dengan produk luar negeri," kata Imam Masykur Alie, Direktur Kelembagaan Islam.

Selain itu, Imam menyatakan selama ini telah terjadi tuntutan terhadap label halal dari masyarakat pada umumnya dan umat Islam pada khususnya. Hal tersebut muncul karena adanya produk-produk dengan label halal palsu yang beredar dipasaran. Produk-produk yang akan mendapat sertifikat halal diantaranya makanan, minuman, obat-obatan, dan kosmetik.

Dari produk-produk tersebut persentase terbesar yang masih belum memiliki label halal adalah makanan dan minuman. "Di Indonesia ada 360 miliar produk tapi yang memiliki sertifikat halal hanya 1.500 produk," ujar Imam.

Imam menambahkan masalah halal saat ini sudah bukan masalah Indonesia saja melainkan masalah yang telah mendunia.

Suryani Ika Sari – Tempo News Room



INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Menag Ancam Cabut Ijin PT. Madu Jaya Maqbul
Pendaftaran Haji 2005 Dimulai 1 Juli
Pemuka Agama Tawarkan Kontrak Moral ke Capres
Biaya Penyelenggaraan Haji 2005 Turun
Proyek Kanwil Depag Banten Dipertanyakan
Izin 22 Biro Perjalanan Haji dan Umroh Akan Dicabut
Petugas Haji Indonesia Terlalu Banyak
Menteri Agama Meresmikan Lab Sertifikasi Halal
Presiden Minta Depag Perhatikan Fanatisme Beragama
Pemerintah Minta Subsidi Biaya Penyelenggaraan Haji
> selengkapnya...


Referensi

PP RI No. 75 Tahun 2001 Tentang Perubahan Kedua Atas PP No. 32 Tahun 1967 Tentang Pelaksanaan UU No. 11 Tahun 1967 Tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Pertambangan
PP RI No.69 Thn.1999 Tentang Label Dan Iklan Pangan
Kepres RI No. 59 Thn.2003 Tentang Tunjangan Jabatan Bagi Pejabat Negara Di Lingkungan Lembaga Tertinggi / tinggi Negara
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< July,2004>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data