Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Guru Mengadu ke Komnas HAM
Senin, 21 Juni 2004 | 17:27 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Sekitar sepuluh orang perwakilan guru dari Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara mendatangi kantor Komisi Hak Asasi Manusia, meminta penyelesaisan kasus pemukulan guru oleh polisi. "Kami datang ke Komnas HAM ini karena kami beranggapan kasus ini tidak ditanggapi para pejabat terkait," kata La Ode Fasihu, Ketua Cabang Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Katobu di Kantor Komnas HAM Jakarta, Senin (21/6).

Menurutnya, para guru tidak puas dengan penanganan yang dilakukan Kapolres. "Bahkan ketika dipanggil DPRD Kapolres tidak hadir, sepertinya Kapolres Muna melindungi anak buahnya," kata Laode Fasihu di depan anggota Komnas HAM, MM Billah.

Dalam pertemuan tersebut, Billah mengatakan akan mendatangi tempat kejadian, karena dia memang akan berkunjung ke Sulawesi Tenggara 23 Juni 2004. "Saya akan menindaklanjuti ini sebagai kasus HAM tapi bukan pelanggaran HAM berat," kata Billah di ruang pengaduan Komnas HAM.

La Ode Fasihu menceritakan kronologis peristiwa tindakan penganiayaan atas Kepala Sekolah SLTP 1 Raha, La Diallah dan satpam Teguh, pada 5 Juni lalu. Peristiwa tersebut diawali dari Risman Alim murid kelas 2 SMP 1 Raha yang sering mabuk- mabukan. Risman adalah putera dari Bripka Alim Saman anggota Polres Muna. Karena sering mabuk Risman dipanggil guru bidang Bimbingan dan Penyuluhan dan dinasihati. Orang tua Risman pun sempat dipanggil menghadap.

Ketika ujian kelas 3 berlangsung, Risman datang terlambat ke sekolah dan terlihat mabuk. Guru yang menanyai Risman, merasa dibohongi muridnya dan menendang kaki Risman. Hal itu yang membuat orangtua Risman marah dan mendatangi sekolah, kemudian menganiaya Kepala SLTP 1 Raha La Diallah dan satpam Teguh. "Dia juga mengancam akan membom sekolah karena mengaku memiliki dua bom dan menembaki para guru," tambah Eddy Sigar Sekretaris PGRI Kabupaten Muna.

Akibat peristiwa tersebut para guru melakukan aksi mogok mengajar di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara sebagai wujud solidaritas atas tindakan penganiayaan terhadap Kepala Sekolah SLTP 1 Raha dan Satpam Teguh. Aksi mogok mengajar berlangsung sejak Senin (14/6) dan hingga kini masih terus berlangsung hingga batas waktu yang tidak ditentukan.

Muhamad Fasabeni - Tempo News Room

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Polisi Penganiaya Guru Terancam Diajukan ke Peradilan
Komplek Yadika Masih Dijaga Ketat Brimob
Pemkab Muna Dukung Seluruh Guru Mogok
FPI: Oknum Aparat Dalangi Kasus Yadika
Ribuan Guru Bantu di DIY Minta Diangkat Jadi PNS
LBH Minta Maaf Pada Mantan Menko Kesra
Anggota DPR Pukul Mahasiswa
Komnas HAM Menilai Pemerintah Sewenang-Wenang
PKB Adukan KPU Ke Komnas HAM
Komnas HAM: Tiga Pejabat Militer Bertanggung Jawab
> selengkapnya...


Referensi

Komnas HAM tentang Kasus Tanjung Priok
Komnas HAM dalam Kasus Sampit
Komnas HAM dalam Tragedi Semanggi dan Trisakti
UU RI No. 1 Tahun 2001 Tentang Pengesahan Persetujuan Antara Pemerintah RI dan Pemerintah Hongkong Untuk Penyerahan Pelanggar Hukum Yang Melarikan Diri (Agreement Between The Government Of The Republic Of Indonesia and The Government Of Hongkong For The S
Kepres RI No. 77 Thn.2003 Tentang Komisi Perlindungan Anak Indonesia
Kepres RI No. 42 Thn.2003 Tentang Honorarium Bagi Anggota Komisi Nasional HAM Dan Tunjangan Ketua Dan Wakil Ketua Komisi Nasional HAM
> selengkapnya...

Website

Kepolisian Republik Indonesia


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< June,2004>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data