Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Menlu: Basis GAM di Luar Negeri Sudah Habis
Kamis, 17 Juni 2004 | 17:24 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Luar Negeri Noer Hassan Wirajuda menegaskan dengan dimulainya proses interogasi terhadap Presiden Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Hasan Tiro, Perdana Menteri Malik Mahmud, dan Menteri Luar Negeri Zaini Abdullah, menandakan basis perjuangan gerakan separatis tersebut di luar negeri sudah lumpuh.

“Dengan proses yang tengah dilakukan Kejaksaan Stockholm, sesungguhnya tidak ada lagi kegiatan GAM di luar negeri,” tegas Wirajuda kepada para wartawan di sela-sela acara lokakarya yang berlangsung di Hotel Gran Melia, Kamis (17/6).

Pihak kepolisian Stockholm saat ini tengah melakukan interogasi terhadap ketiga tersangka tersebut. Pada hari ini, Kamis (17/6), giliran Tiro yang akan diperiksa, di mana dia didampingi seorang pengacara yang bernama Leif Gustafsom. Sedangkan pemeriksaan terhadap Malik yang didampingi pengacaranya Leif Silbersky dan Zaini dengan pengacaranya Peter Alphin sudah dilakukan kemarin, Rabu (16/6). Ketiganya diperiksa dengan tuduhan melakukan pelanggaran berat terhadap hukum internasional.

Wirajuda sangat yakin, kepemimpinan GAM pasca Tiro, Malik, dan Zaini tidak akan berlanjut. Dia juga yakin, pusat kekuasaan gerakan separatis tersebut yang saat ini berada di Stockholm tidak akan pindah ke negara lain. “Tidak ada tempat yang aman bagi mereka (untuk) terus melancarkan kegiatan seperti itu,” tegas dia kembali.

Dia juga merasa optimis permasalahan ini tidak akan menjadi agenda internasional, baik di Perserikatan Bangsa-Bangsa maupun di Mahkamah Internasional. Menurutnya, pemeriksaan terhadap tiga pimpinan GAM itu merupakan urusan dalam negeri Swedia.

Mengenai ekstradisi, kata Wirajuda, permintaan itu tidak akan disampaikan kepada pemerintah Swedia. “Tidak ada kepentingan kita sementara ini untuk mengekstradisi mereka karena mereka bukan warga negara Indonesia,” tegas dia.

Hasan Tiro, Malik Mahmud, dan Zaini Abdullah ditangkap tim gabungan Kejaksaan Distrik Stockholm dan kepolisian Stockholm pada Selasa (15/6). Malik dan Zaini langsung ditahan untuk menjalani pemeriksaa, sedangkan Tiro diperiksa dirumahnya karena sedang sakit.

Faisal – Tempo News Room

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Komisi Pertahanan Minta GAM Terus Diwaspadai
Polri Upayakan Ekstradisi Hasan Tiro Cs
Petinggi GAM di Swedia Ditahan Polisi
Kapolsek dan Pangsagoe GAM Ditangkap
GAM Serang Pos Brimob
Besok, Presiden Akan Sampaikan Keppres Status Aceh
Ferry Santoro Dibebaskan
GAM Siap Kembali Ke Meja Perundingan
Polri akan Kirim Bukti ke Swedia
Kejaksaan Stockholm Tagih Janji Polisi
> selengkapnya...


Referensi

Kepres RI No. 97 Thn.2003 Tentang Pernyataan Perpanjangan Keadaan Bahaya Dengan Tingkatan Keadaan Darurat Militer Di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam

Website

Kepolisian Republik Indonesia


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< June,2004>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data