|
Nasional
KSAL: Tak Perlu AS untuk Amankan Selat Malaka
Kamis, 17 Juni 2004 | 13:05 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Bernard Kent Sondakh menyatakan, kehadiran pangkalan militer Amerika untuk mengamankan Selat Malaka tidaklah diperlukan. "Kita tidak perlu bantuan dari negara lain untuk pengamanan Selat Malaka," ucap Bernard di Dermaga Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (17/6).
Menurut Bernard, sejauh ini TNI Angkatan Laut masih cukup mampu untuk mengamankan wilayah tersebut. Apalagi, lanjut dia, Indonesia masih punya martabat dan merupakan negara berdaulat. "Kasih tahu sama yang mau kirim bantuan, yang saya butuhkan hanya berbagi informasi intelejen dan alat pelatihan," ucapnya dengan nada sengit.
Penolakan kehadiran Amerika itu, lanjut Bernard, juga dikarenakan sudah adanya wadah yang dimiliki Indonesia bersama dengan negara asia pasifik lainnya. Wadah tersebut bernama West Pacifik Nation Symposium yang terdiri dari 26 negara, yang beberapa waktu lalu juga telah melakukan pelaithan bersama di Singapura. "Dalam wadah itu kita saling tukar menukar informasi intelejen, bantuan peralatan, hingga bantuan latihan," ucap Bernard.
Yandhrie Arvian - Tempo News Room
INDEKS BERITA LAINNYA :
|