|
Nasional
Polisi Berperan Besar Tangani Kejahatan Traficking
Selasa, 15 Juni 2004 | 12:18 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) menyatakan, Polisi berperan besar menangani kejahatan perdagangan atau traficking perempuan dan anak-anak. "Traficking terhadap manusia merupakan bentuk perbudakan modern. Karena itu, para perwira polisi menjadi lini terdepan dalam pemberantasan masalah ini," kata Kepala Misi IOM, John Stephen Cook, di Jakarta, Selasa (15/6).
Ia mengatakan kejahatan perdagangan di Indonesia sangat rentan terhadap pembantu rumah tangga dan kerja paksa misalkan di Surabaya, Medan dan Jakarta. Sedangkan untuk tenaga kerja di luar negeri banyak terjadi di Singapura, Malaysia, Taiwan, Jepang dan negara di timur tengah termasuk Saudi Arabia. "Polisi sangat berperan untuk membantu korban," katanya.
Di tempat yang sama, Direktur I Keamanan dan Transnasional Mabes Polri, Brigjen Pol Aryanto Sutadi mengakui kejahatan perdagangan anak dan perempuan di Indonesia masih memprihatinkan. "Seperti kita lihat di lapangan banyak anak di bawah umur menjadi pekerja seks," katanya. Bahkan, sindikat di luar negeri pernah diungkap di Malaysia, Hongkong, Taiwan, Saudi Arabia dan Australia.
Hari ini, IOM bekerja sama dengan Polri menggelar lokakarya bagi 40 aparat polisi tersebar di seluruh Indonesia. Lokakarya bertujuan untuk membantu unit khusus penanggulangan traficking, dan melakukan investigasi.. Lokakarya ini didukung dana pemerintah Selandia Baru.
Hadir Wakil Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia David Strachan. Ia mengatakan kejahatan traficking adalah kejahatan global. Faktornya karena kemudahan komunikasi dan transportasi.
Martha Warta – Tempo News Room
INDEKS BERITA LAINNYA :
|