|
Yogyakarta
Ribuan Guru Bantu di DIY Minta Diangkat Jadi PNS
Kamis, 10 Juni 2004 | 18:45 WIB
TEMPO Interaktif, Yogyakarta: Ribuan guru bantu dan guru kontrak di provinisi DI Yogyakarta menuntut agar segera diangkat sebagai pegawai negeri sipil (PNS). Para guru bantu itu merasa sudah puluhan tahun mengabdi sebagai guru wiyata bakti. Namun setiap ada penerimaan guru PNS, mereka selalu tersisihkan. Padahal untuk menjadi guru bantu, mereka telah melewati serangkaian ujian seleksi.
Ribuan guru bantu di DIY yang diwakili oleh 70 orang anggota Forum Komunikasi Guru Bantu (FKGB) Yogyakarta, Kamis (10/6) mendatangi wakil rakyat di gedung DPRD Yogyakarta. Mereka meminta agar pada musim penerimaan PNS tahun 2004 ini, diprioritaskan karena telah mengabdi cukup lama. Para guru bantu itu mendesak agar para wakil rakyat itu memperjuangkan aspirasi mereka di hadapan menteri pendidikan nasional.
Menurut Ketua FKGB Yogyakarta, Trisna Widyono SPd mengatakan, total jumlah guru bantu di seluruh provinisi DIY sebanyak 2.232 orang dengan gaji Rp 450 ribu per bulan belum dipotong pajak PPh. Sebagian dari mereka, kata Trisna, sudah ada yang menjadi guru wiyata bakti hingga lebih dari 10 tahun. Dan per 2003 kemarin, kata Trisna, status para guru bantu adalah kontrak yang akan berakhir awal 2005 nanti.
"Tugas kami sebagai guru bantu adalah sama dengan guru yang berstatus PNS bahkan terkadang jauh lebih berat. Tapi masalah fasilitas dan kepastian kerja, jelas sangat berbeda. Kami tidak tahu kalau habis masa kontrak nanti dan tidak diperpanjang, bagaimana nasib para guru bantu ini," kata Trisna.
Mengomentari desakan para guru bantu, Kepala Dinas Pendidikan provinsi DIY, Drs Sugito mengatakan, pihaknya setuju jika para guru bantu harus diprioritaskan dalam pengangkatan sebagai PNS nantinya. Tahun 2004 ini, kata Sugito, pemerintah memang akan menerima guru PNS baru sebanyak 110 ribu orang. "Hanya masalahnya kita tidak tahu berapa jatah guru PNS baru untuk DIY. Tapi yang jelas kami mendukung agar guru bantu diprioritaskan dan kami mendukung jika Forum Komunikasi Guru Bantu Yogyakarta mendesak menteri pendidikan untuk membuat kebijakan masalah ini," kata Sugito.
Wakil Ketua DPRD DIY, Totok Daryanto SE menyatakan, pihak DPRD akan menyampaikan aspirasi para guru bantu. Masalah pendidikan, kata Totok, tidak bisa dilaksanakan secara instan sehingga orang-orang yang punya pengalaman dan keahlian memang harus diutamakan.
Syaiful Amin - Tempo News Room
INDEKS BERITA LAINNYA :
|