|
Nasional
Buyung: Citra Megawati Bakal Meredup
Kamis, 10 Juni 2004 | 15:58 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pengacara senior Adnan Buyung Nasution menilai citra Megawati Soekarnoputri bakal meredup dan turun drastis menyusul dibukanya kembali kasus 27 Juli 1996. Ia juga menilai Megawati telah melakukan keputusan politik kotor yang bisa merusak citra hukum dan demokrasi di Indonesia.
Kasus yang menyeret nama Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso sebagai tersangka dan kemungkinan terseretnya nama calon presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu dianggap langkah mundur pemerintahan Megawati. “Sekali lagi saya tegaskan, ini keputusan politik yang amat kotor,” ucap Buyung di Jakarta, Kamis (10/6).
Menurut Buyung, seandainya ada perkara konkret tentang peristiwa 27 Juli menyangkut nama Sutiyoso atau Yudhoyono, penuntutannya sudah harus dilaksanakan dua–tiga tahun lalu. Ia menganggap sebagai tindakan lucu dan menimbulkan banyak pertanyaan karena pengungkapan dan penuntutannya baru digelar saat ini.
Terlebih, ujar Buyung, dalam dua-tiga tahun terakhir ini Megawati sebagai presiden sudah mengangkat Yudhoyono sebagai Menko Polkam dalam Kabinet Gotong Royong. “Dengan begitu berarti dia (Megawati) sudah menerima dan mempercayai SBY dengan menghapuskan segala perilaku dan tindakan di belakangnya,” papar Buyung.
Demikian juga dengan nama Gubernur Sutiyoso. Di mata Buyung, Sutiyoso diangkat untuk kedua kalinya oleh Megawati sebagai Gubernur DKI. “Jadi ini apa artinya, kalau begini caranya hukum menjadi alat politik saja,” ucapnya.
Pengamat politik dari Universitas Airlangga Surabaya Daniel Sparingga menilai, dibukannya kasus 27 Juli tidak akan banyak berpengaruh pada citra Yudhoyono sebagai capres. Menurut dia, bagi kebanyakan orang serangan itu akan dianggap sebagai banyolan.
Wakil Sekjen PDI Perjuangan Pramono Anung saat dihubungi menegaskan Megawati dan juga PDIP sama sekali tidak ada kepentingan dalam hal dibukanya kembali kasus 27 Juli. Hal itu, ujar Anung, semata-mata proses penegakan hukum yang menjadi keinginan bersama masyarakat Indoensia.
Anung juga membantah PDIP ada di belakang pengungkapan kembali kasus 27 Juli. Menurut Anung, Megawati dan PDIP sama sekali tidak diuntungkan atau dirugikan dalam proses hukum terkait kasus 27 Juli.
Ecep S. Yasa – Tempo News Room
INDEKS BERITA LAINNYA :
|