Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Korban 27 Juli Tolak Kasusnya Dibuka Kembali
Rabu, 09 Juni 2004 | 19:12 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Korban tragedi berdarah 27 Juli 1996 yang tergabung dalam Komite Pengawasan Kecurangan Pemilihan Presiden 2004 (KPK Pilpres) secara tegas menolak kasus 27 Juli dibuka kembali. Hal ini disampaikan salah satu korban yang menjabat Ketua KPK Pilpres Andi Arief hari ini (9/6), di Jakarta.

Menurut Andi, yang didampingi beberapa korban lainnya, kasus 27 Juli hanya salah satu taktik bagi Megawati untuk memenuhi ambisi politiknya. Seharusnya kasus 27 Juli diselesaikan secara tuntas oleh negara, tetapi jika dilakukan semasa kampanye, ini hanya untuk mempertahankan kekuasaan Megawati.

Sebelumnya, lanjut Andi, Megawati telah membiarkan kasus ini dan justru berkomplot dengan sisa Orde Baru untuk membentuk dan melangsungkan pemerintahannya, terutama sewaktu menjatuhkan Abdurrahman Wahid.

Para korban meyakini Megawati mengetahui akan terjadi penyerangan pada 27 Juli. Saat itu Jumat, 27 Juli 1996, Megawati diketahui akan hadir di markas PDI, tetapi Megawati tidak muncul sampai markas PDI diserang aparat keamanan.

“Ini praktek kecurangan oleh Megawati dalam pemilu presiden. Jika kasus 27 Juli mau dituntaskan, Megawati juga harus dipanggil,” tandasnya. Komite ini juga melihat Megawati telah menggunakan struktur kekuasaan TNI dan Polri untuk membuka kasus 27 Juli.

Selain meminta Megawati diadili, Komite ini akan mengawasi kecurangan pemilu dengan mendirikan pengawasan independen selama pemilu berlangsung. Pengawasan terutama dilakukan terhadap Megawati dan Wiranto.

Secara tegas Andi mengatakan Komite tersebut akan menjegal calon presiden (capres) Wiranto dan Megawati dalam pilpres mendatang, sehingga keduanya tidak lolos dalam putaran kedua pemilu.

Menurut Andi, penjegalan dilakukan karena Megawati dan Wiranto telah menggunakan kendaraan partai yang penuh kecurangan dan sarat dengan praktek politik uang.

Saat ditanya kenapa capres lain tidak disinggung, Andi menjawab, “Komite ini akan berkonsentrasi pada kubu Wiranto dan Megawati karena keduanya memiliki potensi kecurangan yang lebih banyak dibanding kubu SBY, Amien Rais dan Hamzah Haz.”

Sunariah – Tempo News Room

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Menteri Agama Siapkan Penjelasan ke KPU
Tim Sukses Mega-Hasyim di Jabar Targetkan 36 Persen Suara
Pengacara 27 Juli: Militer Harus Bertanggung Jawab
Hamzah Haz Minta Didoakan Para Habib
Ketua dan Anggota KPU Palu Jadi Tersangka
Pendukung SBY-Kalla Bagikan Sembako
Berkas Perkara 27 Juli Dikirim Senin Depan
Ditjen Pajak Terus Kejar Sidney Jones
Panwaslu Catat Enam Pelanggaran Administrasi Kampanye
Siswono Naik Speedboat Temui Pendukungnya
> selengkapnya...


Referensi

Sejarah TNI AU
Jadwal Pemilu 2004 untuk Presiden dan Wakil Presiden
Jadual Pemilu 2004 untuk DPD, DPR dan DPRD
Apa Kata Megawati Soekarnoputri
Pasangan Calon Presiden-Wakil Presiden
Jadwal Kampanye Pemilu Presiden
Keputusan KPU tentang Kampanye Pemilu Presiden dan Wakil Presiden
PP RI No. 9 Tahun 2004 Tentang Kampanye Pemilihan Umum Oleh Pejabat Negara
PP RI No. 51 Tahun 2001 Tentang Bantuan Keuangan Kepada Partai Politik
> selengkapnya...

Website

Situs Megawati-Hasyim Muzadi
Mahkamah Konstitusi
Situs Hamzah Haz
Situs Wiranto
Hamzah Has
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [5]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< June,2004>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data