Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Depdiknas Anggarkan Rp.27 Miliar untuk Pengangguran
Rabu, 09 Juni 2004 | 16:01 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Departemen Pendidikan Nasional melalui Direktorat Pembinaan Generasi Muda pada tahun 2004 menganggarkan dana Rp.27 milyar untuk mengadakan program Pelatihan Generasi Muda, terutama pengangguran.

Diantara 75,8 juta generasi muda Indonesia atau yang berumur antara 15-35 tahun, hampir setengahnya hanya sampai pada tingkat pendidikan dasar, bahkan tidak tamat SD. Disamping itu 10,3 juta pemuda diantaranya tergolong penganggur absolut. Demikian Direktur Pembinaan Generasi Muda Sudrajat Rasyid kepada Tempo News Room, Rabu (9/6).

Jumlah pemuda yang menganggur tersebut, menurut Sudrajat, sudah diatas ambang batas toleransi. “Selain itu tingkat pengangguran tersebut memberikan dampak ikutan yang negatif,” kata Sudrajat .

Menurut Sudrajat, program pelatihan untuk generasi muda yang diadakan Depdiknas dikhususkan untuk pemuda yang menganggur, terutama yang miskin, berada di pedesaan atau daerah miskin di kota di seluruh Indonesia.

Program pelatihan yang digulirkan sejak tahun 2002 ini terdiri dari program pelatihan kewirausahaan, yang mencakup bidang pertanian, kelautan, jasa kerajinan, jasa perbengkelan, dan perdagangan. Program lainnya adalah pelatihan pendidikan kecakapan hidup dan program Sarjana Penggerak Pembangunan Pedesaan (SP3).

Dalam program SP3, para sarjana yang ada di desa dilatih untuk menggerakkan pemuda desa untuk bersama-sama merancang kegiatan usaha. “Harapannya, kelompok usaha yang dikembangkan dari SP3 dan dinas terkait dapat menjadi penggerak roda ekonomi desa,” ujar Sudrajat.

Dalam program pelatihan kecakapan hidup, organisasi kepemudaan dapat mengajukan proposal pelatihan dengan orientasi membentuk kelompok usaha. Alokasi dana yang disediakan dari direktorat pusat untuk satu kegiatan cukup besar, yaitu Rp. 75 juta. “Ini sifatnya kompetitif, jadi tidak ada yang dijatah,” kata Sudrajat.

Sudrajat menyampaikan program ini telah memberikan beberapa dampak positif, baik untuk diri pemuda sendiri maupun orang-orang disekitarnya. Selain itu generasi muda yang telah dilatih sekarang mempunyai sikap hidup yang lebih baik. “Karena sudah tahu susahnya mencari uang, kini mereka hemat, gemar menabung, dan tidak merokok,” ujarnya memberi contoh.

Ketika ditanya tentang pengaruh program ini pada penurunan tingkat pengangguran, Sudrajat menjawab,” Pengangguran itu kan bukan tanggung jawab satu departemen saja atau tanggungjawab pemerintah saja.”

Rina Rachmawati – Tempo News Room

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Nurlaila Akan Adukan Kepala SMP 56 Jeruk Purut
20 Persen Siswa SLTP DKI Perokok Aktif
Rp 6 Miliar Untuk Perbaikan 40 SD di Lebak
Presiden : Janji Atasi Kemiskinan Sekejap, Menyesatkan
Jumlah Penduduk Miskin Turun
Capres Diminta Umumkan Platform Ekonomi
Tiap Tahun, Angka Pengangguran Indonesia Naik
Seharusnya, Pencari Kerja Tidak Ditarik Biaya
Bursa Kerja Online Kembali Digelar
Wiranto: Golkar Memimpin, Dijamin Tidak Ada Koruptor
> selengkapnya...


Referensi

UU No. 13 Tahun 2003 Tentang Kentenagakerjaan

Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [3]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< June,2004>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data