Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Anggota DPR Pukul Mahasiswa
Jum'at, 04 Juni 2004 | 18:39 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Anggota DPR asal Sulawesi Tenggara Habil Marati, yang juga merangkap sebagai bendahara umum DPP PPP dilaporkan telah memukul mahasiswa pasca sarjana asal Sulawesi Tenggara. Korban bernama Laodeh Abdul Wahab bersama beberapa temannya hari ini, Jumat (4/6) mengadakan konferensi pers mengumumkan peristiwa tersebut.

Berawal dari SMS yang dikirim Laodeh Abdul Wahab kepada Habil, untuk mengundangnya beraudensi. Audensi tentang rencana tentang ide pembentukan Provinsi Buton Raya. Tetapi, setelah beberapa kali Habil tidak menjawab SMS, Wahab kembali mengirim pesan pendek Habil dengan mengatakan, Habil sebagai wakil masyarakat Sulawesi Tenggara yang arogan dan tidak pantas mewakili masyarakat Sulawesi Tenggara.

Oleh Habil SMS itu dijawab "Kalau mau minta uang, jangan begitu caranya. Saya tidak suka cara seperti itu". SMS tersebut dijawab kembali oleh Wahab, "Anda pak Habil yang membawa lari uang DPP saat kampanye, saya dengar dari orang-orang DPP". Lalu, pada 29 Mei 2004, atas desakan dan telepon berkali-kali dari ajudan Habil, Wahab bersama dua orang temannya bertemu dengan Habil di Hotel Century Park, Jakarta.

Saat itu, Habil langsung memukul Wahab secara beruntun. Ajudan Habil juga melakukan hal serupa, hingga Wahab tersungkur. Wahab juga diintrogasi, dicaci maki bahkan diancam akan disetrika listrik agar mengaku siapa dalang di belakangnya.

Sepanjang interogasi dan pemukulan, Wahab mengaku meminta maaf dan berusaha mengambil tangan Habil tetapi dibalas dengan pukulan dibagian muka dan bagian belakang kepala.

Selain dilaporkan ke LBH Jakarta, kasus ini juga sudah dibawa ke Polres Jakarta Pusat dan Polsek Tanah Abang.

Sementara itu, Ketua LBH Jakarta yang mendampingi Wahab mengatakan tindakan yang dilakukan anggota DPR Habil merupakan penganiayaan. "Ini preseden jelek, anggota DPR melakukan kekerasan terhadap rakyat biasa".

Sunariah - Tempo News Room

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Polisi Tetapkan Tersangka Pengumpul Massa di Gedung DPR
RRI Bantah Lakukan Korupsi
Permohonan Pailit Asuransi Diusulkan Hanya oleh Menkeu
Seleksi Calon Deputi Gubernur Senior BI Segera Digelar
Subsidi BBM Dinaikkan
MK Didesak Tinjau Ulang UU Sumber Daya Air
Meneg PAN Akui Suap Penerimaan PNS
Baihaki: Tanker Menghemat US$ 7 Juta Lebih Per Tahun
Penganiaya Nirmala Dituntut 80 Tahun Penjara
Tiga Fraksi di DPR Dukung Anwar Nasution
> selengkapnya...


Referensi

Pembahasan Penonaktifan Akbar Tanjung di DPR
UU Nomor 4 tahun 1999 tentang Susunan dan Kedudukan MPR, DPR dan DPRD

Website

Lembaga Informasi Negara


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< June,2004>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data