Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Amien-Siswono Berjanji Stop Beras Impor
Selasa, 01 Juni 2004 | 15:47 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Duet Amien Rais Siswono Yudo Husodo berjanji akan menghentikan impor beras dari luar negeri. Hal ini disampaikan Amien saat keduanya mengunjungi Pasar Induk Beras dan Palawija Cipinang Jakarta Timur, Selasa (1/6).

Amien mengutarakan bahwa selama satu tahun Indonesia membutuhkan 33 juta ton beras dan berdasarkan penelitian Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Indonesia sudah bisa memenuhi kebutuhan akan beras karena memiliki lahan yang begitu luas.

Amien datang tepat pukul 13.00 WIB dan menyempatkan diri berkunjung ke salah satu kios di Blok D Nomor 29. Ia tidak sempat meninjau dan berkeliling pasar.

Saat dialog, Roesdi, pedagang beras, menyampaikan dua permintaan kepada Amien, yaitu supaya menghentikan impor beras dari luar negeri dan pemerintah menghentikan penyelundupan beras dari luar negeri ke dalam negeri.

Roesdi juga mengeluhkan bahwa selama ini keuntungan yang dia dapat sebagai pedagang sangatlah kecil. "Lebih banyak buntungnya Pak, daripada untungnya," kata Roesdi kepada Amien.

Siswono yang hadir pada pukul 13.15 WIB mengatakan, langkah konkret dia apabila menjadi wakil presiden akan meminta petani untuk menggunakan benih bibit unggul. Selama ini berdasarkan penelitian dari HKTI baru 60 persen petani di Indonesia yang menggunakan bibit benih unggul. Secara bertahap apabila digunakan bibit benih unggul maka Indonesia tidak perlu mengimpor beras, jagung, dan kedelai dari luar negeri.

Langkah kedua, menurut Ketua HKTI ini adalah berjanji memberantas penyelundup besar. "Jika ada pejabat yang menyelundupkan beras akan kita kirim ke bangunan di depan kita, maksud saya LP Cipinang," katanya.

Siswono menambahkan, menurut penelitian, 40 persen beras yang ada di Indonesia adalah beras selundupan dan tidak ada satupun penyelundup beras yang masuk penjara.

Acara konferensi pers yang berlangsung sekitar 20 menit diakhiri dengan acara makan siang berupa nasi bungkus dengan warga pedagang Pasar Induk Cipinang. Acara tersebut diadakan di halaman Pasar Induk. Pihak pasar menyediakan tenda berukuran 10 X 8 meter persegi dan puluhan kursi untuk wartawan dan para pedagang di halaman pasar.

Erwin Daryanto - Tempo News Room

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

KPU Kabupaten/Kota di Sultra Diduga Buat Rekap Ganda
Ketua KPU Konawe Diduga Korupsi Dana Pemilu
Hamzah-Agum Umumkan Kabinet Bayangan Sebelum 5 Juli
Karnaval Kendaraan, Sudirman-Senayan Macet
Megawati Mengunjungi Pasar Jatinegara
Kampanye Pertama, Sudirman-Thamrin Macet
Masyarakat Sambut Karnaval Kampanye Capres
Karnaval Pemilu Presiden dan Wakil Presiden Dimulai
Baru Dua Pasang Capres Serahkan Rekening Dana Kampanye
Ratusan Kiai Jadi Jurkam Wiranto-Solah
> selengkapnya...


Referensi

Jadwal Pemilu 2004 untuk Presiden dan Wakil Presiden
Jadual Pemilu 2004 untuk DPD, DPR dan DPRD
Pasangan Calon Presiden-Wakil Presiden
Jadwal Kampanye Pemilu Presiden
Apa Kata Wiranto
Keputusan KPU tentang Kampanye Pemilu Presiden dan Wakil Presiden
PP RI No. 9 Tahun 2004 Tentang Kampanye Pemilihan Umum Oleh Pejabat Negara
UU RI No. 4 Tahun 2000 Tentang Perubahan Atas UU No. 3 Tahun 1999 Tentang Pemilu
> selengkapnya...

Website

Mahkamah Konstitusi
Situs Hamzah Haz
Situs Wiranto
Situs PKS di Belanda
Situs PKS di Jepang
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [7]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< June,2004>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data