Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Hamzah Setujui Kontrak Sosial dengan Mahasiswa
Senin, 31 Mei 2004 | 13:57 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Wakil Presiden Hamzah Has, yang juga merupakan calon presiden dari Partai Persatuan Pembangunan, menyetujui kontrak sosial dengan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa se-Jabotabek.

Kontrak sosial tersebut memuat tujuh tuntutan yang harus dipenuhi Hamzah apabila terpilih sebagai presiden. Di antara tuntutan itu adalah mengadili mantan Presiden Soeharto, tolak militerisme, hapuskan korupsi, kolusi, nepotisme, pendidikan murah dan hentikan kenaikan harga listrik dan bahan bakar minyak.

"Kami beri waktu satu tahun untuk melaksanakannya, kalau tidak kami akan galang massa untuk menuntut mundur presiden," kata Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa se-Jabotabek, Achmad Nur Hidayat, saat menyampaikan tuntutan itu kapada Hamzah di kediaman dinasnya Jalan Diponegoro, Jakarta, Senin (31/5).

Menurut Hidayat, Hamzah merupakan calon presiden pertama yang diminta menandatangani kontrak sosial tersebut. Berdasarkan rencana, mereka akan mendatangi semua calon presiden untuk dimintai komitmennya melaksanakan kontrak sosial itu.

Hamzah sendiri menyatakan persetujuannya dengan semua tuntutan mahasiswa yang termuat dalam kontrak. Soal kapan akan menandatanganinya, dia akan membahas hal itu terlebih dahulu dengan pasangan calon wakil presidennya, Agum Gumelar.

Namun Hamzah memberikan beberapa catatan terhadap persetujuannya. Soal tuntutan mengadili Soeharto misalnya, Hamzah setuju untuk melanjutkan pengadilan terhadap mantan orang nomor di Indonesia tersebut sepanjang pemenuhi persyaratan.

Selain itu, menanggapi tuntutan menghentikan kenaikan harga listrik dan bahan bakar, Hamzah mengatakan tuntutan itu tidak dapat dilaksanakan dalam jangka pendek. Pasalnya, biaya subsidi listrik dan bahan bakar sangat besar, sementara pemerintah juga harus mengeluarkan biaya rutin pembangunan yang jumlahnya juga besar. "Pada waktunya pasti akan dihentikan," katanya.

Sapto Pradityo - Tempo News Room

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Xanana Bantah Wiranto Beri Janji
16 Ribu Personel Polda Amankan Kampanye
Mega-Hasyim Paparkan Program Ekonomi
Presiden: Beritahu Latar Belakang Capres dan Cawapres
Massa Parpol Minta KPU Palembang Dibubarkan
Amien Rais dan Yudhoyono Lakukan Dialog Terbuka
Hasyim: Kampanye Menyerang Pribadi Melanggar UU dan Etika
Wiranto: Semua Pemimpin Indonesia Gagal Wujudkan Cita-Cita Bangsa
Warga NU Bebas Pilih Calon Presiden dari NU
Kafe Wiranto Dibuka di Muara Angke
> selengkapnya...


Referensi

Jadwal Pemilu 2004 untuk Presiden dan Wakil Presiden
Jadual Pemilu 2004 untuk DPD, DPR dan DPRD
Pasangan Calon Presiden-Wakil Presiden
Jadwal Kampanye Pemilu Presiden
Apa Kata Wiranto
Keputusan KPU tentang Kampanye Pemilu Presiden dan Wakil Presiden
PP RI No. 9 Tahun 2004 Tentang Kampanye Pemilihan Umum Oleh Pejabat Negara
UU RI No. 4 Tahun 2000 Tentang Perubahan Atas UU No. 3 Tahun 1999 Tentang Pemilu
> selengkapnya...

Website

Mahkamah Konstitusi
Situs Hamzah Haz
Situs Wiranto
Hamzah Has
Situs PKS di Belanda
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [3]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< May,2004>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data