|
Nasional
Pernyataan BIN Dinilai Hidupkan Mesin Represi Orde Baru
Minggu, 30 Mei 2004 | 20:07 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Pernyataan Kepala BIN Hendropriyono mengenai adanya 20 Lembaga Swadaya Masyarakat yang menjual bangsa mencemaskan banyak pihak. Pernyataan itu mengindikasikan hidupnya kembali mesin atau cara-cara lama dalam menciptakan rasa takut dan rasa saling curiga, yang dilakukan di masa Orde Baru.
Demikian salah satu isi pernyataan sikap para tokoh masyarakat dan LSM, pada acara konferensi pers di kantor PMKI, Kebayoran Baru Jakarta Selatan, Minggu (30/5). Hadir dalam konferensi itu, cendekiawan muslim Nurcholish Madjid, budayawan Goenawan Mohamad, praktisi hukum Todung Mulya Lubis, Pemred Tempo Bambang Harymurti, Sosiolog Tamrin Amal Tamagola, Hamid Basyaib dan Nono Anwar Makarim.
Nurcholis juga mengungkapkan, BIN mengkhawatirkan adanya kekacauan dalam pemilu presiden dan wakil presiden. Padahal, menurut Cak Nur, dalam pemilu legislatif 5 April lalu, rakyat sudah menunjukkan kematangan dalam berdemokrasi, ketimbang yang digambarkan para pejabat itu. "Demokrasi di Indonesia sudah berjalan baik, pemilihan umum sukses dan berlangsung secara aman," papar Nurcholis.
Khairunissa dan Sunariah - Tempo News Room
INDEKS BERITA LAINNYA :
|